Fahira Idris menggarisbawahi pentingnya penerapan tata kelola koperasi yang baik dalam peraturan daerah. Tata kelola ini mencakup prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, dan manajemen risiko yang perlu dirumuskan secara jelas agar koperasi dapat berkembang dengan baik dan mendapat kepercayaan dari anggotanya.
Dalam hal ini, aktivis perempuan ini juga menekankan perlunya pemerintah daerah mengambil inisiatif dalam mengoptimalkan undang-undang yang ada untuk mengatur pengembangan koperasi berbasis pada potensi ekonomi lokal. Menggunakan kebijakan pusat sebagai acuan saja tidak cukup; peraturan daerah harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik di masing-masing wilayah.
“Peraturan daerah mengenai koperasi harus berfungsi sebagai alat pemberdayaan, bukan hanya menjadi formalitas regulasi,” ujarnya. Dengan desain yang baik, koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, dan membantu pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Rapat Dengar Pendapat Umum tersebut hadir sejumlah pakar koperasi, seperti Agus Pakpahan dan Bambang Haryadi, yang memberikan pandangan tentang perlunya penguatan regulasi ini. Mereka sepakat bahwa keberadaan koperasi sangat vital dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, terutama di daerah.
Pentingnya Tata Kelola yang Baik dalam Koperasi
Koperasi sebagai entitas ekonomi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, koperasi dapat mengelola sumber daya secara efisien dan efektif, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing di pasar.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam pengelolaan koperasi yang baik. Dalam hal ini, anggota berhak untuk mendapatkan informasi dan laporan keuangan yang jelas agar dapat memantau perkembangan koperasi mereka.
Selanjutnya, manajemen risiko juga harus dipertimbangkan dalam proses pengelolaan koperasi. Dengan adanya identifikasi dan mitigasi risiko yang baik, koperasi dapat menghindari berbagai masalah yang dapat mengancam keberlangsungan operasional mereka.
Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Koperasi Lokal
Pemerintah daerah berperan penting dalam pengembangan koperasi yang berbasis pada potensi ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, diharapkan koperasi dapat menjadi lokomotif untuk pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Keberadaan peraturan daerah yang mengatur koperasi hendaknya disesuaikan dengan karakteristik ekonomi lokal. Ini adalah langkah penting agar koperasi bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi di komunitas mereka.
Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan mampu memberikan dukungan melalui pelatihan dan pendampingan bagi pengurus koperasi. Program-program semacam ini bisa meningkatkan kapasitas pengelolaan koperasi, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan ekonomi yang ada.
Strategi untuk Memperkuat Ekonomi Melalui Koperasi
Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah dengan memperkenalkan program pemberdayaan anggota melalui pelatihan keterampilan. Dengan keterampilan yang memadai, anggota koperasi dapat meningkatkan produktivitas mereka, yang berdampak positif pada keuntungan koperasi.
Koperasi juga perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan pemerintah. Melalui kolaborasi ini, koperasi dapat mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas serta dukungan teknis dan finansial.
Melalui diversifikasi produk dan jasa, koperasi dapat memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis usaha. Ini adalah langkah strategis untuk mencapai ketahanan ekonomi yang lebih baik.















