PDI Perjuangan baru saja melangsungkan Perayaan Natal Nasional yang diadakan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 23 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk para korban bencana banjir yang melanda daerah tersebut, sebagai bentuk kepedulian sosial dan spiritual yang mendalam.
Ketua Panitia Natal Nasional dari PDI Perjuangan, Marinus Gea, menyatakan bahwa perayaan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang terdampak. Selain itu, event ini juga merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong untuk meringankan beban pasca bencana.
“Perayaan yang kami adakan ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah pernyataan kasih bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” lanjut Marinus. Keberadaan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan acara ini.
Perayaan Natal yang Bermakna di Tengah Kesulitan
Marinus menambahkan, esensi Natal yang sebenarnya adalah kehadiran Tuhan Yesus yang membawa keselamatan. Oleh karena itu, momen ini seharusnya menjadi titik refleksi untuk saling menolong satu sama lain, khususnya kepada mereka yang sedang berjuang dengan tantangan hidup.
“Tema nasional Natal tahun ini adalah ‘Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga’. Dalam konteks bencana yang menimpa, nada kasih ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya. Semangat berbagi serta kepedulian menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.
Generasi muda juga diajak untuk turut serta dalam kegiatan ini, dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan sosial. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas dalam menghadapi krisis.
Tindakan Nyata: Bantuan untuk Korban Banjir
Sebagai bagian dari perayaan, PDI Perjuangan juga menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana. Selain bantuan makanan, mereka juga mendistribusikan berbagai kebutuhan sehari-hari yang sangat dibutuhkan saat ini.
Pemberian bantuan ini tidak hanya diperuntukkan bagi individu, namun juga untuk fasilitas umum seperti gereja-gereja yang mengalami kerusakan parah akibat banjir. Marinus menegaskan pentingnya mendukung sarana ibadah yang merupakan pusat kehidupan rohani masyarakat.
Bantuan juga mencakup sekolah-sekolah yang rusak, di mana anak-anak kehilangan tempat untuk belajar. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta memberikan harapan baru bagi mereka yang kehilangan,” tambah Marinus.
Semangat Gotong Royong dan Nilai-Nilai Kemanusiaan
Semangat gotong royong telah menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan perayaan Natal tahun ini. Marinus menegaskan bahwa dalam situasi sulit, seluruh elemen masyarakat harus bersatu untuk membangun kembali apa yang telah hilang.
“Kita semua adalah satu keluarga sebagai anak bangsa. Semangat kebersamaan ini akan memudahkan kita dalam menghadapi berbagai kesulitan,” katanya. Menyebarkan nilai-nilai kasih dan solidaritas sangat diharapkan dapat memperkuat tali persaudaraan antar sesama.
Dalam konteks ini, Natal bukan hanya dianggap sebagai perayaan iman, tetapi juga sebagai momentum untuk introspeksi dan menemukan makna kebersamaan dalam menghadapi tantangan. PDI Perjuangan berharap, melalui acara ini, masyarakat semakin tergerak untuk saling mendukung dan membantu, terutama pada masa-masa sulit.















