Jenazah pramugari Esther Aprilita Pinarsinta B. Sianipar, yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan, telah dimakamkan di TPU Gunung Gadung pada Sabtu, 24 Januari 2026. Prosesi tersebut dihadiri oleh keluarga, sahabat, dan kerabat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di Perumahan Rancamaya Aurora Residence, Caringin, Kabupaten Bogor. Proses doa dan penghormatan dilakukan dengan penuh khidmat, menciptakan suasana yang haru dan menggetarkan hati bagi semua yang hadir.
Hadirnya para sahabat dan keluarga membuat momen ini semakin emosional. Banyak dari mereka mengenang Esther sebagai pribadi yang ceria, selalu menghibur orang-orang di sekitarnya. Mereka berbagi kenangan indah bersama Esther, menggambarkan kebersamaan yang tidak akan terlupakan.
Grace Hossiana, salah satu sahabat lamanya, menuturkan, “Almarhumah adalah seorang teman yang setia dan penuh canda tawa. Kami tumbuh bersama, dan banyak kenangan indah yang akan saya bawa selamanya.” Kenangan itu seolah menjadi penghibur di tengah kesedihan yang mendalam.
Grace juga mengungkapkan kebingungannya saat mengetahui bahwa Esther termasuk dalam daftar penumpang pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut. “Awalnya saya tidak percaya dan berharap itu bukan dia,” tambahnya, mengisahkan momen tersebut dengan air mata.
Perasaan Keluarga Terhadap Tragedi Ini
Perwakilan dari keluarga, Aryo Sianipar, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian dan identifikasi jenazah. “Berkat usaha dan dukungan semua, kami bisa membawa Esther pulang dan mengenangnya dengan baik,” kata Aryo dengan penuh haru.
Rasa syukur ini tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi juga kepada semua orang yang ikut terlibat, dari proses pencarian hingga pemulangan. Kehadiran mereka dalam proses ini menunjukkan bahwa solidaritas adalah kekuatan utama dalam menghadapi kehilangan.
Keluarga lebih lanjut menyampaikan harapan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Mereka menegaskan pentingnya keselamatan dalam penerbangan dan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan yang ada.
Kehidupan Esther bukanlah semata tentang pekerjaannya sebagai pramugari, melainkan juga mengenai berbagai perannya dalam hidup banyak orang. Ia diingat sebagai sosok yang penuh semangat dan cinta, baik di tempat kerja maupun dalam hubungan sosial.
Hari-hari yang pernah dilalui Esther bersama keluarga dan sahabat akan selalu dikenang. Dari momen canda, tawa, hingga dukungan satu sama lain, seluruh pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari warisan yang ditinggalkannya.
Kenangan Indah Bersama Sahabat dan Keluarga
Para sahabat juga menyampaikan ungkapan rasa kehilangan mereka yang mendalam. “Kami selalu memiliki kenangan indah bersamanya. Ketika kami bersama, semuanya terasa penuh warna dan ceria,” ujar mereka dengan nada sedih.
Setiap orang yang mengenal Esther memiliki cerita tersendiri. Banyak yang merasa beruntung telah berbagi momen bersama almarhumah, dan setiap cerita itu menambah kesan mendalam terhadap kehidupannya. Esensi dari kebersamaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kenangan bersama Esther.
Setiap tahun, mereka berencana untuk mengadakan reuni kecil sebagai bentuk menghormati Esther. “Kami ingin mengenang setiap tahun dengan cara yang istimewa, mengingat semua kebahagiaan yang pernah ia bawa dalam hidup kami,” kata salah satu sahabatnya.
Meskipun kesedihan menyelimuti, mereka berusaha untuk tetap tersenyum dan merayakan kehidupan Esther. Mengingat bahwa almarhumah menghidupkan suasana dengan canda tawa, sahabat-sahabatnya ingin menjadikannya sebagai inspirasi untuk terus hidup dengan semangat yang sama.
Selama masa berkabung ini, dukungan dari komunitas dan masyarakat sekitar juga sangat berarti bagi keluarga dan sahabat. Mereka merasa tidak sendirian, dan itu memberikan kekuatan untuk menghadapi situasi yang sulit ini.
Pesan untuk Masyarakat Terkait Keselamatan Penerbangan
Tragedi ini membawa perhatian lebih terhadap pentingnya keselamatan di angkutan udara. Banyak yang berharap agar pemerintah dan pihak penerbangan dapat lebih memperhatikan standar keselamatan. Ini merupakan hal krusial agar kejadian serupa tidak terulang.
Pada saat yang sama, keluarga dan sahabat juga mengajak masyarakat untuk saling mendukung dan menjaga satu sama lain. “Kami berharap agar masyarakat bisa lebih perhatian terhadap keselamatan dan saling menjaga,” seru Aryo dari pihak keluarga.
Pengalaman pahit ini menjadi pengingat bagi banyak orang untuk tidak hanya menghargai keselamatan, tetapi juga menghargai orang-orang terkasih di sekitar mereka. “Momen kecil seringkali ingin dicatat dan diingat,” tambah Aryo, menekankan pentingnya penghargaan terhadap hidup.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk lebih peka terhadap informasi terkait penerbangan. Mengetahui kondisi dan melihat informasi terbaru bisa menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan. Kita jadi lebih bijak dalam setiap perjalanan.
Dengan menyebarkan kesadaran ini, diharapkan tragedi semacam ini bisa dihindari di masa depan, dan setiap individu bisa kembali ke pelukan orang yang mereka cintai dengan selamat dan sehat.















