Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami kemajuan yang begitu pesat, yang memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia. Kini, AI tidak hanya berperan dalam dunia industri, tetapi juga menyentuh bidang komunikasi yang menjadi faktor kunci dalam interaksi sosial kita.
Situasi ini mendorong berbagai institusi untuk mengeksplorasi dampak dan potensi AI, terutama dalam konteks komunikasi. Salah satu langkah signifikan diambil oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan menggelar Webinar Internasional berjudul “Artificial Intelligence in Communication”.
Webinar ini diadakan pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, di Ruang C406 FEB UPDM (B), Jakarta Pusat. Aktivitas ini diselenggarakan untuk mempertemukan akademisi dan praktisi dalam mendiskusikan berbagai peran strategis AI dalam praktik komunikasi saat ini.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Publik
Dalam webinar ini, Dr. H. M. Saifulloh, M.Si, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), mengangkat tema ‘AI-Mediated Public Communication’. Ia menyoroti tantangan etika yang muncul ketika komunikasi publik dimediasi oleh AI.
Dr. Saifulloh menjelaskan bagaimana AI dapat mengubah cara orang berinteraksi dan menyampaikan informasi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan memahami implikasi etis dari penggunaan AI dalam komunikasi publik.
Para peserta diharapkan mampu menyadari peluang dan risiko yang dibawa oleh teknologi ini. Hal ini sangat relevan di tengah meningkatnya penyebaran informasi yang tidak selalu akurat.
Transformasi Bisnis Melalui Teknologi AI
Selanjutnya, Prof. Dr. Gerald Goh Guan Gan, seorang ahli dari Multimedia University Malaysia, mempresentasikan makalah tentang ‘AI for Business Communication’. Ia menjelaskan bagaimana AI memungkinkan transformasi dalam penampilan dan struktur bisnis saat ini.
Meskipun teknologi ini memberikan banyak keuntungan, Prof. Gerald menegaskan bahwa peran manusia dalam komunikasi bisnis tidak bisa sepenuhnya tergantikan oleh AI. Kehadiran manusia tetap diperlukan untuk membangun hubungan yang lebih dalam dalam konteks bisnis.
Diskusi akademis ini membuka peluang untuk memahami sinergi antara teknologi dan manusia dalam komunikasi bisnis yang semakin kompleks. Era digital ini menuntut pendekatan baru dalam berkomunikasi agar tetap relevan dan efektif.
Interaksi Manusia dan AI dalam Konteks Sosial
Karlina Octaviany, S.I.Kom., M.Sc, seorang Digital Anthropologist, menyampaikan pemaparan mengenai ‘Human-AI Interaction in Social Context’. Ia mengungkapkan kegembiraan masyarakat terhadap AI yang terkadang membuat orang abai terhadap kelemahan-kelemahan yang ada pada teknologi ini.
Menurut Karlina, terdapat risiko yang tidak bisa diabaikan jika ketergantungan pada AI terus meningkat. Penting bagi masyarakat untuk tidak hanya melihat manfaat AI, tetapi juga risiko yang mengintai di balik pesonanya.
Hal ini mendorong publik untuk lebih kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi. Mengingat bahwa teknologi, meski canggih, tetap memiliki batasan yang harus dipahami oleh pengguna.
Komunikasi Pemasaran yang Digerakkan oleh AI
Dalam segmen yang menarik, Assoc. Prof. Wan Mohd Hirwani Wan Hussain, Ph.D dari Universiti Kebangsaan Malaysia, membahas topik ‘AI-Driven Marketing Communication’. Ia menjelaskan bagaimana AI dapat digunakan untuk menyampaikan pesan secara lebih personal dan efektif.
Dengan memanfaatkan algoritma yang cerdas, AI memberikan analisis data dan prediksi tren pasar yang sangat berguna dalam strategi pemasaran. Ini membantu perusahaan dalam memahami perilaku konsumen secara mendalam.
Prof. Wan menekankan bahwa penggunaan AI dalam komunikasi pemasaran bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan langkah penting untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan. Kemampuan untuk mengindentifikasi waktu terbaik dalam menyampaikan pesan juga menjadi keuntungan kompetitif.















