Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya menjaga ideologi bangsa Indonesia di tengah dinamika politik yang berkembang. Dalam sebuah acara Training of Trainers (ToT) untuk kader partainya, ia mengajak semua anggota untuk merenungkan kembali tujuan awal pendirian partai.
Upaya untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila harus menjadi pilar utama, terutama di tengah tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Hal ini penting agar golongan muda memahami betapa berartinya keberagaman dalam membangun persatuan di Indonesia.
Bahlil mengingatkan para kader tentang perjalanan panjang bangsa, terutama dalam menyatukan wilayah yang begitu kaya akan keragaman budaya dan bahasa. Dengan 17.400 pulau, 1.413 suku, dan 718 bahasa, mengelola keragaman ini bukanlah sebuah tugas yang mudah.
Melihat Kembali Akar Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia
Lahirnya kesadaran berbangsa di Indonesia tidak terlepas dari sejarah panjang yang dimulai sejak Kebangkitan Nasional pada tahun 1908. Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 menjadi tonggak penting dalam merajut identitas bersama sebagai sebuah bangsa.
Sejarah ini menjadi bukti nyata bahwa persatuan dapat dicapai meski ada banyak perbedaan. Bahlil menegaskan, dengan memahami sejarah, para kader dapat lebih menghargai nilai-nilai yang diusung oleh para pendahulu.
Bahlil juga menggarisbawahi bahwa upaya untuk menjaga keberagaman bukan hanya tugas pemimpin, melainkan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Semua pihak harus berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Pentingnya Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki makna yang sangat dalam dan kompleks. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam politik dan pengambilan keputusan.
Bahlil menekankan bahwa memahami dan menerapkan Pancasila adalah kewajiban bagi setiap kader Golkar. Ini menjadi wujud nyata dari komitmen partai untuk menjaga ideologi bangsa dalam setiap langkah yang diambil.
Lebih dari sekadar simbol, Pancasila juga menjadi alat pemersatu bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menerapkannya dalam kehidupan sosial dan politik akan memperkuat fondasi bangsa ini.
Keterlibatan Kader dalam Memperkuat Keberagaman dan Persatuan
Kader Golkar diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mempromosikan keberagaman dan persatuan di masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut untuk memahami ideologi, tetapi juga bertindak sebagai penggerak perubahan positif.
Namun, tantangan yang dihadapi saat ini juga cukup besar, termasuk polarisasi sosial yang semakin tajam. Bahlil menyarankan agar kader aktif dalam dialog dan kolaborasi antar kelompok untuk membangun kesadaran bersama.
Dalam acara tersebut, Bahlil mengajak semua kader untuk ikut serta dalam program-program yang mengedepankan nilai-nilai persatuan dan saling menghargai. Ini merupakan langkah strategis untuk merajut kembali persatuan bangsa.















