Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2026, ratusan ribu penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan telah dinonaktifkan. Hal ini terjadi karena banyak peserta yang sebelumnya dibiayai pemerintah tidak lagi termasuk dalam kelompok desil 1-5 sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
Menurut Devi, penonaktifan ini mencakup 281.725 Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang terjadi pada 31 Januari 2026. Ini menjadi isu penting karena menyangkut akses kesehatan yang harus dijaga bagi masyarakat, khususnya di Depok.
Devi menjelaskan bahwa peserta yang dihentikan bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini termasuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang sebelumnya dibiayai oleh Pemerintah Daerah. Proses ini merupakan bagian dari penyesuaian data penerima bantuan, menggunakan data dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Langkah Penanganan Dari Pemerintah Kota Depok Untuk Masyarakat Terkait Penonaktifan PBI
Pemerintah Kota Depok telah merancang sejumlah langkah untuk mengurangi dampak penonaktifan ini bagi masyarakat. Salah satunya adalah mendorong warga untuk melaporkan kondisi mereka ke fasilitas kesehatan setempat atau Puskesos SLRT di kelurahan masing-masing.
Devi menambahkan bahwa verifikasi ulang dan pendataan kembali akan dilakukan untuk memastikan bahwa data penerima bantuan akurat dan terupdate. Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan peluang bagi mereka yang mungkin masih layak menerima bantuan.
Koordinasi yang erat dengan BPJS Kesehatan dan instansi lainnya juga diupayakan untuk memastikan perlindungan sosial bagi masyarakat. Hal ini sangat penting agar mereka yang membutuhkan penanganan medis segera mendapatkan perhatian yang dibutuhkan.
Pentingnya Data Akurat dalam Penyaluran Bantuan untuk Kesehatan Masyarakat
Salah satu faktor kunci dalam penyerahan bantuan kesehatan adalah akurasi data. Devi menegaskan bahwa pemadanan data penerima bantuan adalah langkah krusial dalam memastikan keadilan dalam pembagian sumber daya. Data yang tidak akurat dapat menyebabkan ketidakadilan dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru mendapatkan kendala dalam akses layanan kesehatan.
Proses verifikasi sangat penting dilakukan secara rutin agar tidak ada peserta yang terlewatkan. Melalui verifikasi ini, pemerintah bisa lebih cepat melakukan penyesuaian dan memberikan bantuan kepada mereka yang memang layak.
Keterlibatan masyarakat juga diperlukan dalam proses ini. Devi mendorong masyarakat untuk turut aktif dalam mengawasi dan melaporkan kondisi demi kepentingan bersama. Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat mendukung kelancaran program bantuan ini.
Kolaborasi Antar Lembaga Dalam Penanganan Kesehatan Masyarakat
Dalam menghadapi situasi ini, kolaborasi antar lembaga menjadi sangat penting. Pemerintah Kota Depok bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memperkuat program perlindungan sosial. Sinergi antara berbagai pihak diharapkan dapat meminimalisir dampak penonaktifan peserta PBI.
Selain itu, kerjasama ini juga mencakup lembaga-lembaga non-pemerintah yang memiliki fokus dalam bidang kesehatan. Dengan kolaborasi yang baik, program-program kesehatan dapat lebih terintegrasi dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil, dapat membantu memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi warga yang kurang mampu. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa semua kalangan masyarakat memiliki akses yang adil terhadap layanan medis.
Tantangan dan Harapan Dalam Penyediaan Layanan Kesehatan Di Depok
Tantangan yang dihadapi kini adalah bagaimana memastikan semua masyarakat, terutama yang terpinggirkan, tetap memiliki akses kepada layanan kesehatan yang layak. Devi berharap dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah bisa menjaga agar setiap orang tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meski ada penonaktifan PBI.
Harapan ke depan adalah semua upaya yang dilakukan bisa memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Dengan data yang lebih akurat dan kolaborasi yang efektif, Pemerintah Kota Depok bertujuan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera dan sehat.
Melalui program jaminan kesehatan ini, Devi berharap dapat terwujud sistem kesehatan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah awal ini sangat menentukan keberlangsungan akses layanan kesehatan bagi semua.















