PT TASPEN (Persero) telah mengambil langkah signifikan untuk memperkuat tata kelola dan manajemen risiko dalam operasional sehari-harinya. Upaya tersebut bertujuan tidak hanya untuk menjaga keberlanjutan bisnis, tetapi juga untuk memastikan layanan yang optimal bagi peserta.
Dalam rangka merealisasikan komitmen ini, TASPEN menyelenggarakan TASPEN GRC Insight Forum (TGIF) 2026 di Jakarta. Forum ini merupakan platform bagi para ahli dan pemangku kepentingan untuk berdiskusi mengenai aspek-aspek penting dalam governance, risk, dan compliance.
Menggali Tema Forum GRC: Membangun Keberlanjutan Melalui Kolaborasi
Dengan tema “Empowering Sustainable Growth Through Integrity, Resilience, and Proactive Collaboration”, TGIF 2026 bertujuan untuk menggugah kesadaran akan pentingnya integritas dalam pengelolaan risiko. Pertemuan ini tidak hanya menjangkau internal perusahaan, tetapi juga mengundang pakar dari luar untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka.
Keynote speaker yang dihadirkan, Riko Banardi, Managing Director Risk Management, memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam manajemen risiko saat ini. Selain itu, para ahli lain seperti Dr. Yunus Husein dan Dr. Hendry Julian Noor turut membahas isu-isu hukum dan tata kelola yang relevan dengan perkembangan terkini.
Partisipasi jajaran Dewan Komisaris dan Direksi TASPEN membuktikan komitmen perusahaan untuk terlibat aktif dalam diskusi strategis ini. Mereka juga melibatkan berbagai pimpinan unit kerja dan insan TASPEN dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun melalui platform daring.
Pentingnya Pembelajaran Berkelanjutan dalam Organisasi TASPEN
Fary Djemy Franscis, Komisaris Utama TASPEN, menekankan perlunya pembelajaran berkelanjutan dalam penguatan governance, risk, dan compliance (GRC). Menurutnya, kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan sangat penting untuk menjaga kepercayaan peserta.
Dalam pidatonya, Fary mengungkapkan bahwa di balik setiap pembayaran hak peserta yang tepat waktu, terdapat dedikasi dan usaha yang kadang tidak terlihat. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya kerjasama dan koordinasi antar tim untuk menciptakan layanan yang optimal bagi semua peserta.
Kemampuan organisasi untuk melakukan perbaikan dari waktu ke waktu menjadi kunci dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berubah. Dia juga menekankan bahwa setiap karyawan memiliki peran penting dalam membangun fondasi tata kelola yang baik.
Transformasi Digital dan Perubahan dalam Konteks BUMN
Dinamika bisnis yang cepat terpengaruh oleh perkembangan teknologi, dan TASPEN tidak ingin tertinggal. Transformasi digital menjadi salah satu pendorong utama dalam memperkuat operasional perusahaan dan layanan kepada peserta.
Proses transformasi ini tidak hanya terbatas pada aspek teknologi, tetapi juga mencakup semua lini organisasi. TASPEN berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan tata kelola perusahaan melalui inovasi yang berkelanjutan.
TGF 2026 menjadi ajang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk memahami pentingnya GRC dalam konteks pergeseran bisnis. Forum ini juga mendukung upaya pengembangan kapasitas dan pengetahuan di dalam organisasi antarunit kerja.









