Indonesia kini berpotential untuk menjadi destinasi wisata yang menjanjikan, terutama di tengah pulihnya sektor pariwisata dunia setelah pandemi. Dengan keindahan alam yang luar biasa dan budaya yang kaya, negara ini menarik minat banyak wisatawan, terutama dalam segmen wisata premium.
Para pelaku industri pariwisata melihat adanya peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan pendekatan yang cermat, wisata premium bisa mendapatkan perhatian lebih besar dari wisatawan global yang menginginkan pengalaman yang tak terlupakan.
Menurut CEO Liberty International Tourism Group, Mario Enzesberger, pasar pariwisata Asia, termasuk Indonesia, masih memiliki ruang untuk berkembang. Ia menekankan pentingnya mengembangkan sektor premium agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan tanpa kembali ke model pariwisata massal yang kurang berkelanjutan.
Peningkatan Permintaan untuk Sektor Wisata Premium di Indonesia
Konsep wisata premium diharapkan dapat mengubah cara pandang wisatawan terhadap Indonesia. Dengan menyediakan lebih banyak hotel berkualitas dan layanan yang lebih baik, industri ini dapat menarik lebih banyak pengunjung dari kalangan menengah ke atas.
Enzesberger juga menyatakan bahwa pertumbuhan segmen ini tidak hanya akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, tetapi juga lebih ramah lingkungan. “Wisata premium adalah arah yang tepat untuk masa depan,” ujarnya.
Wisata premium menawarkan pengalaman yang lebih personal dan eksklusif bagi para wisatawan. Hal ini meliputi layanan yang disesuaikan dan koleksi pengalaman yang dapat diakses hanya oleh segmen tertentu, menciptakan nilai yang lebih tinggi per kapita bagi para penyedia layanan.
Konektivitas Udara Sebagai Kunci Pembangunan Pariwisata
Faktor lain yang tidak kalah penting dalam pengembangan pariwisata adalah konektivitas udara. Bandara HUB seperti yang ada di Singapura sangat berpengaruh terhadap arus wisatawan yang masuk ke Indonesia dan negara-negara tetangga.
Menurut Enzesberger, “Konektivitas adalah nomor satu.” Dengan adanya fasilitas bandar udara yang memadai, pengunjung yang datang akan semakin meningkat. Konektivitas yang baik akan memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan mereka.
Inovasi di sektor transportasi, seperti penggunaan teknologi otomatis, juga diharapkan mampu mengurangi waktu antrean dan meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan. Masa depan perjalanan yang efisien akan mendorong lebih banyak orang untuk berkunjung ke tujuan-tujuan baru.
Statistik Wisatawan Asing pada Tahun 2025 yang Meningkat
Statistik terkini menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1,5 juta pada September 2025. Peningkatan ini menjadi indikasi bahwa minat terhadap destinasi Indonesia masih tinggi.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 2025, terdapat sekitar 1,335 juta kunjungan dari wisatawan asing. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Total kunjungan mencapai 1,505 juta, dengan pertumbuhan bulanan sebesar 1,61 persen dan tahunan sebesar 12,33 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia mulai menuju pemulihan yang lebih baik.















