Proses panjang penyelidikan kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) berakhir dengan penetapan tersangka yang mengejutkan publik. Alex Iskandar, sebagai ayah tiri Alvaro, terjerat dalam dugaan penculikan dan pembunuhan setelah delapan bulan kasus ini terbongkar.
Keputusan untuk menetapkan Alex sebagai tersangka diambil setelah seluruh bukti dan rekam digital diperiksa secara mendetail. Penyidik mesti menggali lebih dalam untuk menemukan jejak yang mengarah pada keterlibatan Alex dalam hilangnya bocah malang tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa penyidik memperoleh sejumlah bukti yang menunjukkan adanya sangkut paut antara Alex dan hilangnya Alvaro. Temuan ini menjadi puncak dari investigasi yang panjang dan melelahkan bagi pihak kepolisian.
Proses Penyelidikan yang Panjang dan Rumit
Penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Selatan berlangsung selama delapan bulan, melibatkan berbagai teknik analisis, termasuk analisis digital. Kombinasi from keduanya menghasilkan bukti yang sangat signifikan.
Budi Hermanto mengungkapkan bahwa bukti percakapan di ponsel Alex merupakan titik terang dalam kasus ini. Beberapa pesan yang ditemukan mengisyaratkan kemarahan dan dendam, menambah kesan bahwa ada motif di balik hilangnya Alvaro.
Menurut penyidik, kalimat-kalimat dalam pesan tersebut mengindikasikan niat Alex untuk melakukan tindakan yang berbahaya. Ini merupakan hal serius yang perlu ditindaklanjuti untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Pengakuan yang Mengguncang
Alex, setelah diinterogasi, akhirnya mengakui bahwa dirinya menculik Alvaro dari lokasi Masjid Jami Al-Muflihun. Penjelasannya mengungkapkan detail yang menegangkan tentang bagaimana ia melakukan tindakan kejam tersebut.
Hal yang paling mengejutkan adalah pengakuan bahwa Alvaro menangis terus menerus selama penculikan. Ini menunjukkan betapa trauma yang dialami oleh korban saat itu dan menambah kesedihan dari peristiwa ini.
Menurut pernyataan Budi, ia menyebutkan bahwa setelah Alvaro dibekap mulutnya, bocah itu tidak bisa lagi bernafas. Ini sangat tragis dan menyentuh hati, mengingat Alvaro masih sangat muda dan belum seharusnya mengalami perlakuan semacam itu.
Temuan Mengguncang di Lokasi Pembuangan
Setelah Alex memastikan korban meninggal, ia membungkus tubuh Alvaro menggunakan plastik hitam. Penemuan jasad Alvaro di bawah Jembatan Cilalay, Kabupaten Bogor, menunjukkan betapa kejamnya tindakan yang dilakukan Alex terhadap bocah tersebut.
Hal ini terjadi tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang, dan sejak saat itu, keadaan keluarga sangat kelam. Penemuan ini membawa duka yang mendalam, bukan hanya untuk keluarga tetapi juga bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Masyarakat sangat prihatin akan meningkatnya kasus penculikan anak di Indonesia, dan kejadian ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya menjaga anak-anak dari potensi bahaya. Banyak yang berharap agar keadilan segera ditegakkan dalam kasus ini.















