Jelang memperingati usia yang hampir mencapai setengah abad, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sedang menegaskan niatnya untuk membangun masa depan industri aluminium yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan. Transformasi ini menuntut perusahaan tidak hanya modernisasi pada sisi teknologi tetapi juga peningkatan nilai sosial dan lingkungan dalam setiap lini bisnisnya.
“Kami sangat menghargai dukungan masyarakat yang telah membantu INALUM beroperasi selama ini,” ungkap Mahyaruddin Ende, Corporate Secretary INALUM, pada acara yang berlangsung pada (18/12/2025). Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar dalam mencapai visi bersama.
Hilirisasi sektor aluminium menjadi pilar utama dalam memperluas pengaruh industri, sekaligus menempatkan Indonesia dalam posisi lebih kuat dalam rantai pasokan global. Mengusung pendekatan yang tanggung jawab, INALUM berkomitmen pada prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tingkat internasional.
Inisiatif Hilirisasi Menjadi Strategi Utama INALUM
Dalam upaya mencapai hilirisasi yang lebih efektif, INALUM melaksanakan tiga proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas manfaat bagi masyarakat. Proyek tersebut mencakup pembangunan SGAR II dan Smelter II yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat, serta Potline IV di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.
Melalui proyek-proyek tersebut, perusahaan tidak hanya berharap untuk meningkatkan output aluminium, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat lokal. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja serta mendukung perkembangan ekonomi setempat yang lebih inklusif.
Dengan proyek hilirisasi ini, INALUM berfokus pada integrasi yang mendalam antara proses produksi dan dampak sosial. Usaha ini bertujuan untuk menciptakan sinergi positif antara keuntungan bisnis dan manfaat bagi lingkungan serta komunitas di sekitarnya.
Fokus pada Perlindungan Ekosistem dan Lingkungan
Upaya konservasi lingkungan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan INALUM. Perusahaan menunjukkan kepedulian melalui program-program perlindungan ekosistem, khususnya di Danau Toba, yang telah terkena dampak dari aktivitas pembangunan dan pembalakan liar.
Dari total lahan kritis yang mencapai sekitar 250 ribu hektare, perusahaan berkomitmen untuk melakukan rehabilitasi dengan membangun pembibitan modern. Kapasitas pembibitan ini dapat mencapai 500 ribu bibit pohon per tahun, yang akan berfungsi sebagai langkah awal untuk memulihkan lingkungan yang terkena kerusakan.
Program rehabilitasi lahan dengan luas 500 hektare per tahun diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengelolaan sumber daya air serta menjaga keseimbangan ekosistem. INALUM berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sambil memenuhi kebutuhan energi hijau negara.
Transformasi Menuju Energi Terbarukan yang Berkelanjutan
Pengembangan energi terbarukan menjadi bagian integral dari strategi pembangunan INALUM. Pembangkit listrik tenaga air yang menjadi tulang punggung proyek energi hijau ini berfungsi tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Melalui penggunaan teknologi modern, INALUM berencana untuk terus meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Langkah ini tidak hanya mendukung keberlanjutan bisnis tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pengurangan emisi karbon global.
Dengan komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan, perusahaan berfokus pada peningkatan kapasitas energi terbarukan. INALUM percaya bahwa keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan industri harus berjalan seiring, menciptakan dampak positif bagi generasi mendatang.















