Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di sektor semikonduktor berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dalam era di mana kecerdasan buatan (AI) semakin mendominasi berbagai aspek kehidupan, penguasaan teknologi semikonduktor menjadi kunci penting bagi kedua negara.
Asisten Profesor Universitas Nottingham, Bagus Muljadi, menekankan bahwa desain chip dan fasilitas foundry akan menentukan posisi suatu negara dalam perekonomian global. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak negara berinvestasi besar-besaran dalam sektor ini.
Bagus menyatakan bahwa siapa pun yang mampu menguasai desain chip dan foundry semikonduktor akan memiliki keunggulan kompetitif yang luar biasa dalam perekonomian dunia. Ketergantungan yang semakin tinggi terhadap AI di hampir semua sektor memberikan peluang baru bagi negara-negara yang mampu beradaptasi dengan cepat.
Namun, ia juga menegaskan bahwa membangun kapasitas di bidang semikonduktor bukanlah tugas yang mudah. Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia melihat bahwa Taiwan telah jauh lebih maju dalam hal industri semikonduktor dibandingkan negara-negara lain.
“Taiwan dalam manufaktur semikonduktor sangat unggul jika dibandingkan dengan negara lain, terutama dalam desain chip dan foundry,” jelas Bagus. Hal ini menunjukkan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesuksesan dalam industri ini.
Peluang dan Tantangan dalam Industri Semikonduktor
Peluang yang ada di sektor semikonduktor sangat besar, terutama ketika melihat tren global yang menunjukkan peningkatan permintaan untuk teknologi ini. Diversifikasi produk dan inovasi dalam desain chip bisa menjadi kunci untuk meraih sukses.
Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak kalah serius. Bagus menyebutkan bahwa salah satu tantangan utama adalah mentransfer teknologi dari negara maju kepada negara berkembang yang baru memulai di sektor ini.
Sangat sulit untuk menjembatani kesenjangan teknologi, terutama ketika menyangkut transfer pengetahuan dan keterampilan yang sudah mapan. Selain itu, kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting dalam menciptakan industri yang kompetitif.
Bagus juga mengingatkan bahwa mahasiswa terbaik di negara maju, seperti Taiwan, memilih untuk berkarir dalam bidang semikonduktor. Ini menunjukkan bahwa perlu ada peningkatan daya tarik di sektor ini di negara lain, termasuk Indonesia.
“Sebagian besar talenta terbaik di Taiwan masuk ke riset semikonduktor,” ungkapnya, menegaskan pentingnya menarik bakat-bakat tersebut untuk tumbuh di dalam negeri.
Pentingnya Riset dan Pengembangan dalam Sektor Semikonduktor
Riset dan pengembangan adalah pilar utama yang tak bisa diabaikan dalam industri semikonduktor. Tanpa investasi yang signifikan dalam R&D, sebuah negara tidak akan mampu bersaing di panggung global.
Bagus menyoroti bahwa industri semikonduktor bukan hanya soal desain chip, tetapi juga memerlukan pemahaman mendalam dari berbagai displin ilmu. Keterlibatan matematika dan fisika sangat krusial untuk menciptakan solusi yang inovatif.
Kehadiran riset dalam skala nanoscopic dan kuantum menjadi semakin penting, di mana batasan dari teori fisika klasik mulai tidak berlaku. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya dunia semikonduktor dan perlunya riset yang terus-menerus untuk mencapai kemajuan.
“Di domain nanoscopic, banyak prinsip fisika yang mulai breakdown dan menuntut pendekatan kuantum,” kata Bagus, menggambarkan tantangan yang dihadapi para peneliti.
Untuk itu, dibutuhkan lingkungan akademis yang kuat untuk mendukung pengembangan bakat dan inovasi di bidang ini. Kerja sama antaruniversitas dan industri juga bisa membantu mencapai tujuan strategis di sektor semikonduktor.
Strategi untuk Membangun Ekosistem Semikonduktor yang Kuat
Membangun ekosistem semikonduktor yang kuat memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Kebijakan yang mendukung investasi dan riset akan sangat membantu dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Perlu adanya insentif bagi perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi dan pengembangan sumber daya manusia. Ini akan menarik lebih banyak investasi dari luar negeri dan mendorong pertumbuhan lokal.
Selain itu, perlu ada program pelatihan dan pendidikan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri semikonduktor. Memastikan bahwa generasi mendatang memiliki keterampilan yang tepat akan sangat menentukan untuk kesuksesan di masa depan.
Kolaborasi internasional juga penting untuk memanfaatkan teknologi dan pengetahuan yang ada di negara maju. Ini tidak hanya akan mempercepat proses transfer teknologi, tetapi juga meningkatkan kapasitas lokal untuk bersaing di pasar global.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Indonesia dan Malaysia bisa membangun fondasi yang kuat untuk industri semikonduktor yang berkelanjutan dan inovatif. Ini adalah langkah penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa depan.













