PT PLN (Persero) berkomitmen untuk membantu masyarakat yang paling terdampak bencana dengan memberikan kebijakan yang sangat menguntungkan. Salah satu kebijakan terbaru yang diambil adalah penggratisan biaya token listrik untuk penghuni Hunian Sementara (Huntara) di Aceh Tamiang selama enam bulan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemulihan yang lebih besar yang dijalankan oleh Pemerintah setempat, dan diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan pentingnya menghadirkan fasilitas dasar seperti listrik dalam proses pemulihan pascabencana.
Pemberian token listrik gratis ini mencakup sekitar 600 unit Huntara yang dibangun oleh Danantara, menunjukkan perhatian PLN terhadap kondisi masyarakat pascabencana. Selain itu, PLN juga bertanggung jawab atas pemasangan instalasi listrik dan kWh meter untuk hunian tersebut.
Dengan langkah ini, PLN tidak hanya membantu meringankan biaya hidup masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa infrastruktur listrik yang diperlukan tersedia dengan baik. Kebijakan ini pun dilanjutkan dengan penawaran paket pemasangan baru secara gratis dan penerangan jalan umum di kawasan Hunian Danantara.
Mendukung Pemulihan Pasca-Bencana di Aceh Tamiang
Program ini menggarisbawahi peran strategis PLN dalam mendukung proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Dengan kebijakan penggratisan listrik selama enam bulan, diharapkan masyarakat dapat terbebas dari beban biaya listrik yang biasanya menjadi pengeluaran penting dalam rumah tangga.
PLN berkomitmen untuk menyediakan listrik yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga berkualitas. Dalam konteks ini, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN telah menyiapkan berbagai fasilitas termasuk penerangan jalan umum yang akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi penghuni.
Dengan hadirnya layanan listrik dan infrastruktur yang memadai, masyarakat akan lebih mudah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali beradaptasi dan membangun kehidupan yang normal pascabencana.
Sekaligus, penyerahan 600 unit Huntara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menandai dimulainya langkah konkret dalam upaya pemulihan. Kerja sama berbagai pihak, termasuk BUMN lainnya, menunjukkan komitmen kolektif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kepedulian PLN Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa semua biaya terkait instalasi listrik akan ditanggung oleh PLN. Ini menandakan komitmen yang kuat dari PLN untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan dengan cara yang sangat nyata.
PLN berupaya untuk memastikan bahwa penyerahan listrik baru di Huntara dilakukan dengan secepat mungkin. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan langsung kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan oleh penyedia layanan listrik.
Selain itu, PLN juga menghadirkan layanan pelanggan yang lebih responsif demi memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan dengan mudah. Ini penting agar masyarakat yang tinggal di Huntara merasa didukung selama masa pemulihan mereka.
Tindakan ini mencerminkan suatu paradigma baru dalam pelayanan publik, di mana kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama. Kebijakan yang inklusif ini diharapkan dapat menjadi panutan bagi lembaga negara lainnya.
Peran BUMN Dalam Membangun Infrastruktur Hunian Sementara
BUMN Karya mengambil peran aktif dalam pembangunan hunian sementara ini, melibatkan beberapa perusahaan konstruksi terkemuka. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan hunian yang dbangun memenuhi standar yang layak dan aman untuk dihuni.
Pembangunan ini bukan hanya soal fisik semata, tetapi juga mencakup elemen keberlanjutan dan dampak sosial bagi masyarakat. Danantara, sebagai pengelola, berkomitmen untuk memberikan hunian yang tidak hanya anggun tetapi juga berfungsi dengan baik.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, juga menekankan bahwa hunian yang dibangun bukan hanya sebuah tempat tinggal tetapi juga menjadi tempat untuk membangun kembali kehidupan. Itu artinya, masyarakat perlu diberikan dukungan yang menyeluruh.
Kontribusi dari berbagai BUMN dalam proyek ini adalah contoh nyata sinergi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pascabencana. Alhasil, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih efisien dan efektif.













