Dalam dunia ketahanan pangan, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci untuk menghadapi tantangan yang ada. Ahmad Rizal Ramdhani dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya peran seluruh pihak dalam menjaga ketersediaan pangan di Indonesia.
Melalui sinergi antara Bulog dan para mitra strategis, berbagai program dan kebijakan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Pentingnya Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan Nasional
Bulog sebagai lembaga pemerintah yang berfokus pada pengadaan dan distribusi pangan memiliki tanggung jawab besar. Dalam konteks ketahanan pangan, lembaga ini bertugas untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pada rapat kerja nasional Selindo 2026, beberapa target strategis ditetapkan oleh Bulog. Salah satunya adalah penyerapan cadangan beras pemerintah yang ditargetkan mencapai 4 juta ton pada tahun 2026, meningkat dari tahun sebelumnya.
Program ini tentunya membutuhkan dukungan dan koordinasi yang baik antara Bulog dan mitra-mitra terkait. Dengan demikian, semua rencana yang telah disusun dapat dilaksanakan secara optimal demi tercapainya tujuan ketahanan pangan nasional.
Target Pengadaan Bahan Pangan pada Tahun 2026
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan, Bulog juga memiliki target pengadaan berbagai komoditas lain. Selain beras, terdapat rencana untuk menyerap jagung sebanyak 1 juta ton dan kedelai sebesar 70 ribu ton.
Target penyaluran minyak goreng yang ditetapkan mencapai 720 ribu kiloliter, bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti ID FOOD dan Agrinas Palma. Langkah ini bertujuan untuk memastikan suplai minyak goreng tersedia dengan harga terjangkau di pasar.
Penyediaan komoditas pangan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses kebutuhan dasar mereka tanpa kesulitan.
Sinergi dengan Mitra untuk Memperkuat Ketahanan Pangan
Keterlibatan mitra strategis dalam program ketahanan pangan sangat krusial. Sinergi yang dibangun antara Bulog dan berbagai lembaga lain dapat memberikan solusi komprehensif dalam mengatasi tantangan pangan.
Melalui kolaborasi, berbagai inovasi dan teknologi dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dalam distribusi. Ini termasuk penerapan sistem informasi yang memudahkan dalam memantau pasokan dan permintaan pangan di berbagai daerah.
Lebih jauh lagi, keterlibatan komunitas lokal dalam program ketahanan pangan juga menjadi penting. Dengan memberdayakan masyarakat sekitar, diharapkan mereka dapat berkontribusi dalam upaya menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.















