Batuk yang berkepanjangan sering kali dianggap sebagai gejala ringan, namun kenyataannya bisa jadi lebih serius. Terutama bagi anak-anak yang sangat rentan terhadap penyakit infeksi menular, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awal tuberkulosis (TBC).
Dokter mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala awal TBC, terutama pada anak-anak. Memastikan kesadaran dan pemahaman tentang TBC dapat membantu dalam pencegahan dan penanganan penyakit ini.
Dokter spesialis anak, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, menekankan pentingnya mengenali batuk yang berlangsung lama. Batuk ini bisa menjadi indikator awal TBC yang perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang berisiko.
Pada orang dewasa, batuk akibat TBC biasanya berlangsung selama dua minggu atau lebih tanpa ada perbaikan meskipun sudah mencoba pengobatan batuk. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan yang lebih serius mungkin sedang terjadi.
“Batuk lebih dari dua minggu, terutama yang tidak kunjung membaik, sangat patut diwaspadai,” ujar Nastiti. Gejala lain yang mungkin menyertai harus juga dicermati agar tidak terabaikan.
Pentingnya Mengenali Gejala Awal Tuberkulosis pada Anak
Gejala awal TBC sering kali tidak spesifik dan mirip dengan infeksi saluran pernapasan lainnya. Oleh karena itu, orang tua harus lebih waspada jika anak-anak mereka menunjukkan tanda-tanda seperti batuk berkepanjangan.
Demam ringan yang bertahan lama juga bisa menjadi petunjuk adanya infeksi. Dalam beberapa kasus, anak-anak mungkin tidak menunjukkan gejala lain kecuali batuk, sehingga sulit untuk mendiagnosis TBC.
Seorang anak yang mengalami penurunan berat badan mendadak harus diperiksa lebih lanjut. Nafsu makan yang menurun dan perasaan lemas juga bisa menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan mereka.
“Jika anak tampak kurang aktif dan terlihat lemas, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter,” tambah Nastiti. Penanganan lebih dini akan sangat membantu dalam mencegah penyakit berkembang lebih jauh.
Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai Selain Batuk
Gejala TBC selain batuk yang harus diwaspadai adalah demam yang tidak terlalu tinggi, tetapi menetap. Demam ini sering kali tidak diiringi gejala flu biasa, sehingga bisa dianggap sepele oleh orang tua.
Penurunan berat badan secara tidak wajar juga jadi perhatian utama. Kombinasi antara penurunan berat badan dan nafsu makan yang rendah bisa menjadi sinyal bahwa anak membutuhkan perhatian medis segera.
Gejala lain seperti keringat malam tetap patut diperhatikan. Meskipun tampaknya sepele, hal ini bisa menunjukkan bahwa ada infeksi dalam tubuh yang memerlukan diagnosis profesional.
“Orang tua harus aktif mengamati perubahan perilaku dan fisik anak,” jelas Nastiti. Tindakan proaktif ini sangat penting untuk memastikan bahwa anak tidak terlewatkan dari diagnosis dan penanganan yang tepat.
Cara Pencegahan Tuberkulosis pada Anak dan Dewasa
Pencegahan TBC dapat dilakukan melalui vaksinasi dan menjaga kebersihan lingkungan. Vaksin BCG menjadi langkah awal yang sangat penting dalam melindungi anak-anak dari penyakit ini.
Selain itu, menjaga kebersihan tangan dan lingkungan sekitar juga berkontribusi pada pencegahan. Menerapkan pola hidup sehat, seperti cukup tidur dan makan bergizi, dapat membantu sistem imun melawan berbagai penyakit.
Penting juga bagi orang dewasa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Langkah ini akan membantu mendeteksi penyakit lebih awal dan mengurangi risiko penularan ke anak-anak.
“Keterlibatan komunitas dalam kampanye kesehatan sangat diperlukan,” ujar Nastiti. Dengan bekerja sama, masyarakat dapat mencegah penyebaran penyakit ini secara lebih efektif.















