Di Aceh Tamiang, tantangan kesehatan tidak hanya dihadapi oleh warga yang tinggal di pengungsian, tetapi juga oleh mereka yang telah kembali ke rumah. Banyak yang mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang buruk akibat dampak bencana yang baru saja terjadi.
Menurut informasi yang didapat dari tenaga kesehatan setempat, masalah kesehatan yang paling umum meliputi infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang meningkat drastis. Hal ini disebabkan oleh debu yang bertebaran setelah banjir surut, memicu keluhan di kalangan masyarakat yang sudah kembali ke tempat tinggal mereka.
Dokter Selly Famela Chasandra, seorang petugas kesehatan, menjelaskan bahwa selain ISPA, penyakit kulit dan gangguan pencernaan juga banyak ditemukan. Kondisi ini menambah beban kesehatan masyarakat yang sudah terdampak bencana alam yang parah.
Tantangan Kesehatan Setelah Banjir di Aceh Tamiang
Dampak banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga masalah kesehatan yang kompleks. Infeksi saluran pernapasan menjadi keluhan utama akibat debu yang tebal di kawasan tersebut, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia.
Penyakit kulit juga semakin umum, dengan banyak kasus iritasi dan infeksi yang dilaporkan. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap sanitasi dan perlindungan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Selain itu, sejumlah keluhan lain seperti diare dan dispepsia juga mulai muncul. Masyarakat harus menghadapi kondisi pencernaan yang buruk sebagai akibat dari makanan yang terkontaminasi dan kebersihan yang kurang memadai.
Kisah Nyata Warga yang Terkena Dampak
Salah satu kisah menggugah datang dari Elte, seorang warga Dusun Simpang Tiga. Elte mengalami kecelakaan kecil saat membersihkan rumahnya setelah banjir surut, di mana ia terjatuh akibat lantai yang berlumpur.
Elte menceritakan betapa sulitnya membersihkan rumah ketika kondisi fisik sangat tidak mendukung. Kejadian ini menunjukkan risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat saat berusaha kembali ke rutinitas mereka.
Insiden serupa juga terjadi pada warga lain yang kembali ke rumah mereka, di mana mereka sering kali terluka. Benda tajam terpendam di lumpur kadang dapat menyebabkan cedera yang tidak terduga.
Upaya Pemulihan dan Bantuan Kesehatan Masyarakat
Pemerintah dan lembaga kesehatan tengah berupaya untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak. Mereka menyediakan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan untuk menangani keluhan yang muncul.
Bantuan ini dirasa sangat penting mengingat banyaknya warga yang membutuhkan solusi cepat dan efektif. Tanpa adanya intervensi yang tepat, risiko kesehatan bisa semakin memburuk.
Selain pengobatan, sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan juga digencarkan. Masyarakat diajak untuk lebih sadar akan lingkungan mereka agar tidak terpapar penyakit lebih lanjut setelah bencana.















