Peragaan busana “Female Forward” telah kembali mengisi panggung Jakarta Fashion Week (JFW) dengan semangat baru yang menginspirasi. Kali ini, pergelaran ini menggandeng empat desainer berbakat yang mencerminkan keberanian dan visi masa depan perempuan Indonesia, yakni Nagita Slavina, Ingrid Husodo, Cristin Wu, dan Mel Ahyar.
Inisiatif yang terwujud melalui kolaborasi antara BTN dan DEWI ini tidak hanya ingin menampilkan keindahan mode, tetapi juga merayakan lahirnya berbagai jenama yang didirikan oleh perancang perempuan di tanah air. Perayaan ini menjadi cermin dari tumbuhnya sektor UMKM berbasis ritel, yang semakin pesat, terutama di Jakarta.
Melalui presentasi ini, mereka ingin menyoroti potensi tanpa batas yang dimiliki perempuan dalam dunia inovasi dan mode. Catwalk yang digelar pada 29 Oktober 2025 ini dimanfaatkan sebagai ruang bagi perempuan untuk menyatakan suara dan karya mereka dengan lantang.
Pesan Mendalam dari Peragaan Busana “Female Forward”
Pertunjukan dibuka dengan koleksi “BUNGALOKA” dari Nagita Slavina yang dengan percaya diri mengusung pesan keberanian. Dengan palet warna pastel yang lembut, koleksinya seolah meneriakkan gaya feminin, berbeda dari koleksi sebelumnya yang lebih mencolok.
Dalam konferensi pers sebelum acara, Nagita menegaskan pentingnya menghadirkan kontras dalam warna meski memilih palet yang lebih lembut. Ia juga menjelaskan bahwa desain potongan busana mengusung siluet minimalis dengan sentuhan manis yang tetap bisa menarik perhatian.
“Dua belas tampilan ini sepenuhnya menggunakan bahan katun,” ungkap Nagita, sambil berharap penampilannya akan diterima baik oleh publik. Setiap potongan terdiri dari item-item modis seperti kemeja, celana selutut, dan rok asimetris yang menampilkan kesan mengembang.
Ragam Kreasi dari Desainer Ternama
Ingrid Husodo juga memberikan nuansa magis pada koleksinya yang berjudul “KEMBAIAN ALAM.” Desainnya terinspirasi oleh keindahan dan keanggunan alam, membuat setiap busana terlihat seolah-olah hadir dari lingkungan sekitar. Dengan dominasi warna bumi, koleksinya benar-benar menyatu dengan tema yang diusung dalam peragaan tersebut.
Di lain sisi, Cristin Wu mengusung koleksi “GEMALA,” yang memperlihatkan perpaduan antara tradisi dan modernitas. Ia sukses menghadirkan motif klasik yang diberi sentuhan kontemporer, menjadikan setiap busana terkesan elegan sekaligus berani.
Sementara Mel Ahyar mempersembahkan koleksinya yang berjudul “KEMEGAHAN WANITA.” Dengan desain dramatis, ia menggambarkan kekuatan perempuan melalui busana yang anggun dan berani. Setiap detail dalam koleksinya mengisyaratkan keberanian dan keindahan dalam satu paket utuh.
Kesadaran Sosial dan Pemberdayaan Perempuan
Penampilan ini tidak hanya fokus pada keindahan mode, tetapi juga mengangkat isu sosial yang penting bagi perempuan. Setiap koleksi yang ditampilkan menampilkan nilai-nilai pemberdayaan dan keberanian yang selama ini menjadi perhatian utama setiap desainer.
Melalui mode, mereka ingin menyuarakan pentingnya kesetaraan gender dan memberi inspirasi bagi para perempuan untuk berani mengejar mimpi dan tampil percaya diri. Dengan mengangkat tema yang kuat, peragaan ini seolah menjadi ajang untuk mengedukasi penonton tentang potensi yang dimiliki perempuan.
Semua elemen dalam peragaan ini membentuk sinergi yang kuat, menghasilkan sebuah karya yang bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan sosial. Ini menjadi sebuah pernyataan bahwa perempuan bisa mendominasi arena kreatif tanpa batasan.















