Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini berhasil mendapatkan komitmen investasi besar saat melakukan kunjungan kenegaraan ke London, Inggris. Investasi senilai 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp 90 triliun ini merupakan hasil pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di 10 Downing Street.
Pada hari Rabu, 21 Januari 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa kunjungan ini berhasil membuka peluang kerja sama yang menguntungkan bagi Indonesia. Ia menyebutkan ada tiga poin penting hasil dari pertemuan tersebut, dengan investasi menjadi yang teratas.
Selain komitmen investasi, Prabowo juga berbicara tentang kerja sama di bidang maritim. Salah satu hasil konkrit yang dihasilkan adalah rencana pembangunan 1.582 kapal nelayan yang seluruh prosesnya akan dilakukan di dalam negeri.
Rincian Kerja Sama dan Investasi yang Dicapai di Inggris
Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah penegasan kerja sama senilai 4 miliar pound sterling. Investasi ini diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan membuka lapangan pekerjaan baru di Indonesia.
Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi. Prabowo dan PM Starmer juga sepakat untuk saling mendukung dalam berbagai sektor strategis, termasuk maritim. Hal ini menandakan meningkatnya minat Inggris untuk bekerja sama dengan Indonesia secara lebih intensif.
Satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan kapal nelayan. Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa proyek ini akan melibatkan banyak tenaga kerja dan memberikan dampak yang signifikan bagi ekonomi lokal.
Proyek Kapal Nelayan yang Berpotensi Melibatkan Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Pembangunan 1.582 kapal nelayan diprediksi akan menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja di Indonesia. Ini adalah langkah besar yang ditunggu-tunggu dalam dunia perikanan yang dapat memberikan kehidupan baru bagi banyak orang.
Rincian proyek menunjukkan bahwa sebanyak 30.000 orang akan dibutuhkan sebagai awak kapal, sementara 400.000 orang lainnya akan terlibat dalam proses produksi. Hal ini menunjukkan potensi yang luar biasa dalam mengurangi angka pengangguran.
Selain itu, multiplier effect dari proyek ini akan memberikan dampak yang lebih luas, dengan tambahan 170.000 tenaga kerja di sektor-sektor lainnya. Aspek ini menunjukkan bahwa kerja sama ini bukan saja bermanfaat secara langsung, tetapi juga menciptakan berbagai peluang lain.
Kunjungan Presiden yang Berorientasi pada Hasil untuk Indonesia
Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa setiap kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri selalu bertujuan untuk membawa hasil konkret bagi Indonesia. Prinsip ini menjadi panduan dalam menjalankan diplomasi dan kerja sama internasional.
Kunjungan ke Inggris terbukti efektif dalam hal ini. Komitmen investasi yang dihasilkan diharapkan dapat membawa manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat serta mendorong kemajuan ekonomi secara keseluruhan.
Teddy juga mengungkapkan keyakinan bahwa hasil dari kunjungan ini akan memberikan dampak positif dan membuka peluang kerja baru bagi rakyat Indonesia. Ini seiring dengan keinginan Presiden untuk selalu memikirkan masa depan masyarakat dalam setiap perjalanan diplomatis.













