Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, baru-baru ini mengungkapkan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan selama perayaan Tahun Baru 2024 di Jakarta mencapai angka yang signifikan, yakni 130 ton. Penanganan yang tepat menjadi penting mengingat volume ini, terutama di area strategis seperti Jalan Sudirman-Thamrin yang menyumbang 32 ton dari total tersebut.
Dalam rangka mengatasi masalah ini, Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan sebanyak 3.180 petugas kebersihan untuk memastikan lingkungan tetap bersih pasca-perayaan. Mereka mengincar target penyelesaian pembersihan hingga pukul 04.00 WIB, menunjukkan komitmen untuk menjaga kebersihan kota.
Pada perayaan Tahun Baru 2025, prediksi menunjukkan peningkatan jumlah sampah menjadi 150 ton, dan cuaca hujan yang mungkin terjadi bisa menambah berat sampah yang harus ditangani. Namun, di hari perayaan, tidak ada hujan sehingga total sampah yang terkumpul hanya sedikit meningkat menjadi 132 ton, mencerminkan usaha yang semakin baik dalam pengelolaan limbah.
Penanganan Sampah Selama Perayaan Tahun Baru yang Efektif
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyadari pentingnya penanganan sampah yang efektif selama periode perayaan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Dengan melibatkan ribuan petugas, upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
Dalam tahun-tahun sebelumnya, permasalahan volume sampah seringkali menjadi tantangan di Jakarta, terutama di tengah perayaan yang mengundang keramaian. Dengan pengalaman yang didapat, pengelolaan sampah diharapkan dapat berlangsung lebih baik, termasuk peningkatan komunikasi antarpihak terkait.
Asep juga mengungkapkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama selama periode perayaan. Kesadaran dan partisipasi masyarakat yang tinggi dapat sangat membantu dalam proses pengelolaan sampah yang lebih efisien.
Prediksi Jumlah Sampah Pada Tahun Sebelumnya dan Dampaknya
Prediksi untuk ukuran sampah selama perayaan Tahun Baru 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Proyeksi dari Dinas Lingkungan Hidup ini menjadi indikator penting untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar tetap dapat ditangani secara efektif.
Berdasarkan laporan dari Badan Kebijakan Transportasi, pergerakan masyarakat selama periode perayaan Natal dan Tahun Baru diprediksi bisa mencapai 119,5 juta orang. Ini berarti ada potensi peningkatan sampah hingga 59.000 ton yang perlu dipersiapkan dengan baik dalam jangka dua minggu.
Dengan ketatnya pengawasan terhadap pembuangan sampah, diharapkan tidak hanya jumlah sampah yang terkumpul bisa diminimalisir, tetapi juga dampak negatif terhadap lingkungan. Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan mengurangi produk yang menimbulkan sampah.
Kesiapan Kementerian Lingkungan Hidup Untuk Tahun Depan
Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan kesiapan dalam menangani pengelolaan sampah di seluruh daerah. Ini termasuk penyediaan rest area di ruas tol untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah yang mungkin terjadi selama liburan.
Hanif mengingatkan pengelola tempat istirahat dan pelayanan untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Dengan adanya ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, diharapkan mereka dapat menjalankan tanggung jawab dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan.
Di lagan lain, pihak kementerian berusaha membangun kesadaran kolektif di masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Upaya ini sangat krusial dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di masa depan.













