Gubernur Dedi Mulyadi baru saja meluncurkan inisiatif ambisius untuk memulihkan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terancam. Dalam program ini, warga sekitar akan diberdayakan sebagai penggerak utama reboisasi sambil menerima insentif yang secara langsung meningkatakan kesejahteraan mereka.
Langkah ini diharapkan dapat membawa hasil positif dalam rehabilitasi kawasan hutan yang selama ini terabaikan akibat eksploitasi. Gubernur menyatakan bahwa program ini tidak hanya menargetkan revitalisasi lingkungan tetapi juga meningkatkan ekonomi lokal.
Dedi menjelaskan bahwa setiap warga yang berpartisipasi akan mendapatkan gaji bulanan sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Gaji tersebut akan disesuaikan tergantung pada tingkat kesulitan dan lokasi proyek reboisasi yang dijalankan.
Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Gunung Ciremai
Program yang dicanangkan tersebut tidak hanya melibatkan reboisasi tetapi juga memberikan modal ternak berupa domba. Dedi menegaskan bahwa setiap partisipan akan mendapatkan antara 3 hingga 4 ekor domba untuk dikelola, sehingga mendukung ketahanan pangan keluarga.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, diharapkan warga dapat memperoleh pengetahuan dalam merawat ternak dan memahami proses reboisasi. Hal ini menjadi langkah strategis untuk menjadikan masyarakat sebagai penjaga yang berkelanjutan terhadap lingkungan sekitar mereka.
Proyek ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab warga terhadap pelestarian alam. Terlibat langsung dalam pengelolaan ekosistem, mereka akan lebih menyadari pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Masalah Krisis Air Bersih di Kaki Gunung Ciremai
Salah satu isu yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar Gunung Ciremai adalah krisis air bersih. Dedi mengungkapkan bahwa saat ini akses terhadap air bersih sangat terbatas, dengan banyaknya warga yang terpaksa bergantung pada sumber-sumber yang tercemar.
Ia menyoroti bahwa aktivitas komersialisasi air oleh pihak swasta dan PDAM secara ilegal melalui pipa-pipa yang meresahkan masyarakat. Hal ini menimbulkan ketimpangan yang sangat besar antara kebutuhan dasar warga lokal dan kepentingan bisnis yang tidak bertanggung jawab.
Gubernur memberikan peringatan tegas kepada semua pihak yang terlibat dalam penyedotan air ilegal untuk segera menghentikan praktik tersebut. Ia menegaskan bahwa kebutuhan air bersih untuk konsumsi dan pertanian harus menjadi prioritas utama untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.
Tindakan Tegas untuk Melindungi Sumber Daya Alam
Dedi Mulyadi mengimbau kepada masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang ada. Tanpa adanya kolaborasi yang kuat, usaha pemulihan lingkungan dan penyediaan air bersih tidak akan optimal.
Ia juga mengajak komunitas lokal untuk terlibat dalam pengawasan terhadap aktivitas yang dapat merusak ekosistem. Tindakan kolektif diperlukan agar lingkungan sekitar tetap terjaga dan mampu mendukung kehidupan masyarakat.
Dengan keberanian untuk bertindak, Gubernur berharap akan tercipta perubahan yang nyata dan positif. Keputusan dan tindakan tepat yang diambil saat ini akan menjadi fondasi bagi generasi mendatang dalam memanfaatkan dan melindungi sumber daya alam.















