Jakarta – Dalam menjalankan tugas operasional di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), kepala SPPG memiliki tanggung jawab penting untuk mengatur jadwal kerja tim yang efektif dan efisien. Pekerjaan ini tidak hanya melibatkan pengawasan, tetapi juga koordinasi antar anggota tim agar pelayanan gizi berjalan dengan baik.
Tim SPPG terdiri dari berbagai profesi yang saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama. Setiap anggota memiliki tugas spesifik, mulai dari akuntan hingga ahli gizi, yang harus dikoordinasikan berdasarkan jam kerja yang telah ditentukan.
Sebagai contoh, pada sif pagi, akuntan bertugas memastikan ketersediaan bahan baku yang diperlukan untuk proses memasak. Tugas ini tidak hanya meliputi pengecekan harga, tetapi juga monitoring kualitas agar makanan yang disajikan tetap sehat dan bergizi.
Pentingnya Penjadwalan Kerja di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi
Ketepatan dalam penjadwalan kerja sangat vital untuk memastikan semua proses berjalan dengan lancar. Dengan jam kerja yang terstruktur, setiap anggota tim dapat fokus pada tugasnya tanpa ada kebingungan tentang tanggung jawab yang diemban.
Akuntan pada sif pagi melakukan pengecekan terhadap bahan baku, sementara ahli gizi bertugas di sif sore hingga malam. Ini menciptakan sistem yang saling melengkapi dan mengefisienkan waktu serta tenaga.
Tugas ahli gizi tidak terbatas pada pemeriksaan bahan makanan saja. Mereka juga bertanggung jawab memastikan bahwa semua langkah persiapan, mulai dari pencucian hingga pemotongan, dilakukan dengan benar dan sesuai standar kesehatan yang ditetapkan.
Koordinasi Tim dalam Proses Pelayanan Gizi
Pentingnya koordinasi antar anggota tim tidak dapat diabaikan. Ahli gizi harus melakukan serah terima kepada kepala SPPG, yang kemudian melanjutkan proses memasak hingga distribusi. Semua tahapan ini harus dilakukan dengan teliti agar kualitas makanan tetap terjaga.
Kepala SPPG juga harus melakukan pengawasan rigor terhadap bahan makanan yang akan dimasak. Setiap langkah, mulai dari pemorsian hingga penyajian, harus diawasi dengan cermat untuk memastikan makanan yang disajikan aman dikonsumsi.
Untuk itu, diperlukan komunikasi yang baik antara semua pihak yang terlibat. Kepala SPPG diharapkan mampu mengelola dinamika tim agar setiap individu bekerja sama demi mencapai tujuan pelayanan gizi yang optimal.
Tantangan dan Solusi dalam Pelaksanaan Pelayanan Gizi
Pelaksanaan pelayanan gizi juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Perbedaan waktu kerja dan kelelahan staf tentunya berpotensi menjadi masalah dalam proses penyajian makanan. Solusi yang tepat harus dicari agar masalah ini tidak mengganggu kualitas pelayanan.
Pengaturan jam kerja yang fleksibel dan rotasi tugas di antara anggota tim dapat menjadi solusi untuk mengurangi keleahan. Selain itu, pelatihan periodic untuk staf juga dapat meningkatkan efisiensi kerja serta pemahaman tentang tugas masing-masing.
Dalam kajian lebih luas, analisis masalah yang terjadi selama proses pelayanan gizi perlu dilakukan secara berkala. Tindakan preventif harus diambil agar tantangan yang sama tidak terjadi di waktu mendatang.















