Dalam era digital saat ini, transparansi informasi menjadi isu penting yang sering kali terabaikan. Terutama bagi perusahaan platform digital yang beroperasi dalam industri media dan konten, kepatuhan terhadap regulasi sangatlah krusial.
Kepatuhan tersebut tidak hanya meliputi aspek legal tetapi juga etika dalam berkomunikasi dengan audiens mereka. Hal ini menjadi tugas berat bagi organ pengawas untuk menilai sejauh mana platform-platform ini memenuhi tanggung jawab mereka.
Koordinator Bidang Kerja Sama Perusahaan Pers dan Platform Digital KTP2JB, Damar Juniarto, menjelaskan bahwa penilaian terhadap platform digital harus demokratis dan menyeluruh. Meskipun ada laporan mandiri yang dikeluarkan oleh platform tersebut, pengamatan langsung juga diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.
Pentingnya Pengawasan dan Evaluasi terhadap Platform Digital
Ketika kita membahas pengawasan dalam konteks platform digital, aspek transparansi menjadi fokus utama. Damar menyebutkan bahwa penilaian mandiri yang dilakukan oleh perusahaan tidak cukup untuk memastikan kepatuhan.
Pengamatan langsung yang dilakukan oleh komite berfungsi untuk menilai keaslian informasi yang diberikan. Dengan cara ini, diharapkan pengawasan yang dilakukan bisa lebih objektif dan tidak terbatas pada data yang disajikan oleh pihak platform.
Berdasarkan penilaian tersebut, beberapa platform besar seperti TikTok dan Google tampaknya mengakui adanya regulasi baru yang mengatur kewajiban mereka. Namun, pengakuan ini belum diikuti dengan tindakan transparan yang dibutuhkan untuk memastikan kerjasama yang efektif.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka sadar akan regulasi yang ada, masih ada jalan panjang sebelum platform-platform tersebut benar-benar memenuhi tanggung jawabnya dalam hal komunikasi dan informasi. Komitmen terhadap transparansi adalah langkah awal yang esensial untuk meraih kepercayaan publik.
Komunikasi yang Buruk dan Keengganan untuk Menyampaikan Informasi
Tidak semua platform digital menunjukkan itikad baik dalam menjalin komunikasi dengan komite. Damar mengungkapkan kekecewaannya atas beberapa platform yang mengabaikan permintaan informasi dari pihaknya.
Platform-platform yang seharusnya berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas informasi malah tampaknya enggan untuk mengikuti permintaan tersebut. Ini tentunya menjadikan tugas pengawas semakin menantang dalam memastikan bahwa semua pihak patuh pada ketentuan yang ada.
Testimoni dari Damar menunjukkan bahwa platform seperti X dan Snackvideo tidak cukup responsif terhadap komunikasi yang dilakukan. Situasi ini sangat disayangkan, mengingat kerjasama antara media dan platform digital menjadi kunci dalam mendistribusikan informasi yang kredibel dan bermanfaat untuk masyarakat.
Tindakan ini tidak hanya mencerminkan situasi terkini, tetapi juga relevansi pengawasan media terhadap industri digital. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, kejujuran dan keterbukaan informasi menjadi kebutuhan yang tak terelakkan.
Regulasi dan Tindakan yang Diperlukan untuk Meningkatkan Transparansi
Regulasi seperti Perpres 32/2024 memang memberikan kerangka hukum yang kuat untuk memastikan kepatuhan dari platform digital. Namun, regulasi saja tidak cukup tanpa adanya komitmen dari setiap pihak yang terlibat.
Penting bagi platform-platform digital untuk memahami bahwa transparansi bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga merupakan kewajiban moral. Mereka perlu berinvestasi dalam hubungan yang baik dengan media dan lembaga pengawas untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat.
Keberadaan regulasi saja tidak menjamin perubahan positif jika tidak disertai dengan sikap proaktif dari platform-platform tersebut. Kerjasama yang harmonis antara perusahaan platform digital dan media akan berdampak positif pada kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.
Keterbukaan dalam berkomunikasi juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap platform digital. Dengan demikian, upaya untuk menciptakan informasi yang jelas dan akurat dapat terwujud secara bersama-sama.













