Pemerintah Indonesia baru saja menetapkan kawasan perairan yang sangat penting di Wilayah Wetar Barat, Maluku Barat Daya. Dengan luas mencapai 325.238,02 hektare, keputusan ini diambil untuk melindungi ekosistem laut yang kaya akan keanekaragaman hayati dan mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir.
Keputusan ini diambil berdasarkan Undang-Undang Nomor 89 Tahun 2025, yang ditandatangani pada 31 Desember 2025. Penetapan ini bukan hanya sekedar formalitas, tetapi merupakan langkah strategis dalam mengelola sumber daya laut Indonesia yang terus mengalami tekanan dari berbagai investasi dan aktivitas manusia.
Taman Perairan Wetar bagian Barat tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga berfungsi sebagai pengelola untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas yang berada di sekelilingnya. Dengan adanya kawasan ini, diharapkan berbagai kegiatan ekonomi berbasis laut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Langkah-Langkah Strategis dalam Penetapan Kawasan Konservasi
Direktur Konservasi Ekosistem mengungkapkan bahwa penetapan kawasan ini melibatkan pembagian zona yang jelas. Terdapat zona inti seluas 2.726,42 hektare, yang dilindungi secara ketat untuk menjaga keberlangsungan flora dan fauna laut.
Sementara itu, zona pemanfaatan terbatas seluas 322.408,07 hektare diperuntukkan bagi kegiatan yang tidak merusak lingkungan. Dengan pendekatan ini, pengelolaan sumber daya laut akan dilakukan secara lebih terukur dan efisien.
Kemudian, ada também zona pemanfaatan lainnya yang seluas 103,53 hektare, dirancang untuk memfasilitasi berbagai aktivitas mendukung yang tidak mengancam keseimbangan ekosistem. Hal ini memperlihatkan bahwa pihak pemerintah tidak hanya peduli pada konservasi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Dukungan Masyarakat dan Pemangku Kepentingan dalam Konservasi
Proses penetapan kawasan konservasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sesama sektor pemerintah. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku berperan aktif dalam mendorong inisiatif ini, didukung oleh organisasi konservasi lokal dan internasional.
Pendampingan yang dilakukan mencakup penilaian cepat mengenai kondisi kelautan, di mana berbagai indikator ekosistem laut dievaluasi. Dengan begitu, strategi pengelolaan dapat segera disusun berdasarkan data yang valid dan terkini.
Komunikasi dan konsultasi antar pihak, baik di tingkat desa hingga provinsi, kian memperkuat pelaksanaan proyek konservasi ini. Keterlibatan masyarakat lokal sangat krusial untuk memastikan keberhasilan inisiatif ini dalam jangka panjang.
Peran Ekosistem Laut dalam Kehidupan Masyarakat
Kehadiran Taman Perairan Wetar bagian Barat diharapkan mampu memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat. Salah satunya adalah sebagai sumber penghidupan melalui kegiatan perikanan yang berkelanjutan.
Dengan adanya perlindungan terhadap sumber daya laut, masyarakat dapat menangkap ikan dalam volume yang lebih baik, sekaligus mempertahankan keberlanjutan stok ikan di laut. Ini akan mengurangi risiko penangkapan ikan yang berlebihan, yang sering merugikan lingkungan.
Sebagai tambahan, kawasan konservasi ini juga dapat menjadi daya tarik pariwisata bahari yang sangat potensial. Wisatawan yang tertarik dengan keindahan alam dan keanekaragaman hayati akan memberikan inflow ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat.















