Keberadaan partai politik dalam kehidupan masyarakat seringkali diukur dari kontribusinya dalam menghadapi berbagai tantangan. PDI Perjuangan, misalnya, telah menunjukkan komitmennya untuk hadir dan berperan aktif, terutama pada saat-saat kritis seperti bencana alam atau masalah kesehatan.
Dalam acara pembukaan Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan kembali tanggung jawab sosial partai. Ia menekankan pentingnya membangun tradisi kemanusiaan melalui peran kader, terutama perempuan, yang telah memberikan kontribusi nyata di lapangan.
“Sejak awal, kita mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan ingin memastikan keadilan sosial bagi semua. Terlepas dari situasi politik yang tidak menguntungkan, saat rakyat menderita, kami tetap hadir. Selain itu, kami juga aktif mengirimkan bantuan medis ke daerah-daerah yang mengalami bencana,” ungkap Hasto dalam pidatonya.
Peran Kader Perempuan dalam Kemanusiaan dan Kesehatan Masyarakat
PDI Perjuangan tidak hanya berfokus pada politik, tetapi juga berkomitmen pada isu-isu sosial. Kader-kader perempuan, seperti mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menjadi simbol pergerakan ini. Mereka telah berperan aktif dalam membantu masyarakat yang menghadapi masalah kesehatan serta bencana alam.
Hasto juga menyebutkan kontribusi Ribka Tjiptaning yang terus mengajak masyarakat untuk mendukung program-program kesehatan. Keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan terbukti mampu menggerakkan masyarakat untuk saling membantu satu sama lain.
Melalui aksi nyata, para kader perempuan membawa semangat kolaborasi yang tinggi, sehingga partai ini tidak hanya dikenal sebagai alat politik. Mereka memperkuat jaringan solidaritas yang penting dalam masyarakat, khususnya pada saat-saat sulit.
Strategi Pembentukan Relawan Kesehatan di Jawa Barat
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, memiliki visi agar partainya lebih terintegrasi dengan masyarakat. Salah satunya adalah dengan membentuk relawan kesehatan berbasis desa. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan bagi warga terutama di area yang terpencil.
“Kami tengah mengadakan koordinasi dengan berbagai pihak untuk meluncurkan program ini,” ujarnya. Melalui Musyawarah Ranting, partai akan mengidentifikasi dan menetapkan satu posisi khusus untuk relawan kesehatan, guna memaksimalkan program yang ada.
Strategi ini juga bertujuan untuk menjangkau lebih banyak orang dan memberikan pendidikan kesehatan yang memadai. Relawan yang terlatih diharapkan mampu memberikan informasi penting dan membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka.
Inisiatif Yayasan Wanoja Perjuangan untuk Pemberdayaan Perempuan
Di samping pembentukan relawan kesehatan, PDI Perjuangan juga memperkenalkan yayasan Wanoja Perjuangan. Yayasan ini bertujuan untuk menghimpun perempuan-perempuan hebat agar ikut berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Melalui yayasan ini, perempuan di Jawa Barat diharapkan dapat lebih berdaya.
“Kami ingin agar perempuan tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif di masyarakat,” jelas Ono Surono. Yayasan ini diharapkan dapat menjadi wadah yang memberikan pelatihan dan dukungan bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
Pemberdayaan perempuan merupakan langkah strategis yang penting. Dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan implementasi program, diharapkan dampak yang dihasilkan bisa lebih signifikan dan berkelanjutan.















