Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, telah mengkonfirmasi adanya pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang terlibat dalam insiden pesawat ATR 400 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). Para pegawai tersebut sedang melaksanakan tugas penting dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui pemantauan udara di wilayah perairan Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Sakti menjelaskan bahwa misi yang dilakukan bertujuan untuk memastikan keberlangsungan dan pengelolaan sumber daya kelautan di tanah air. “Kami berupaya untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh agar potensi dan kekayaan laut Indonesia dapat dikelola dengan baik,” ujarnya.
Pentingnya pengawasan ini sangat relevan mengingat luasnya wilayah perairan yang harus dipantau. Sehingga, kehadiran pegawai KKP dalam misi ini menjadi sangat vital untuk menjaga keamanan sumber daya tersebut demi kepentingan negara.
Kepastian Diterimanya Laporan Insiden Pesawat Hilang Kontak
Dalam pernyataan resmi, Sakti menyebutkan bahwa terdapat tiga pegawai KKP yang berada dalam pesawat ketika insiden terjadi. Mereka terdiri dari Ferry Irawan, Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana sebagai pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Noval sebagai operator foto negara.
Tim yang terlibat dalam misi ini telah memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidangnya, sehingga pencarian dan penanganan insiden ini menjadi fokus utama. Keberadaan mereka di lapangan berkontribusi pada pengumpulan data yang penting untuk keamanan maritim.
Melalui pemantauan udara, KKP berharap dapat mengidentifikasi potensi penangkapan ikan ilegal serta memastikan kelestarian ekosistem. Upaya yang dilakukan oleh tim ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengelolaan sumber daya laut.
Koordinasi Dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Sakti menegaskan bahwa KKP telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar pengawasan dan pencarian berjalan secara terintegrasi. Namun, pelaksanaan pencarian dan penanganan insiden diserahkan sepenuhnya kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Basarnas sebagai otoritas yang berwenang akan memimpin operasi pencarian dan penyelamatan. Kegiatan ini diharapkan berjalan efisien demi keselamatan semua korban yang terlibat.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan kepada Basarnas dalam pelaksanaan operasi ini,” tambah Sakti. Dengan langkah ini, diharapkan semua hal terkait insiden dapat ditangani dengan tepat dan cepat.
Pentingnya Misi Pengawasan bagi Keberlanjutan Sumber Daya Perikanan
Pengawasan yang dilakukan oleh KKP melalui pemantauan udara merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan. Dengan meningkatnya kegiatan penangkapan ikan ilegal, pengawasan yang ketat menjadi hal yang sangat penting.
Dalam konteks ini, misi yang dijalankan oleh pegawai KKP menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan ekosistem laut. Ini juga memastikan bahwa sumber daya laut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pihak kementerian berharap melalui misi ini, kesadaran akan pentingnya perlindungan laut akan semakin meningkat, baik di kalangan masyarakat maupun pelaku industri perikanan. Upaya ini bertujuan untuk melibatkan semua elemen dalam menjaga kekayaan laut Indonesia.
Perspektif Ke Depan Terhadap Penanganan Insiden dan Pengawasan Laut
Ke depan, KKP berkomitmen untuk meningkatkan sistem pengawasan agar insiden serupa tidak terulang kembali. Dalam hal ini, upaya perbaikan dan peningkatan infrastruktur serta teknologi pemantauan akan menjadi prioritas.
Tim yang terlibat dalam misi ini diharapkan dapat memberi saran dan rekomendasi agar teknik pengawasan lebih efisien. Hal ini penting demi keselamatan para pegawai yang bertugas di lapangan.
Pengawasan yang efektif akan berdampak positif pada keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Dengan demikian, kementerian berharap agar seluruh elemen masyarakat turut serta dalam menjaga dan melestarikan kekayaan laut demi generasi mendatang.















