Kementerian Pertahanan baru-baru ini melantik 12 tenaga ahli untuk Dewan Pertahanan Nasional, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kebijakan di bidang pertahanan. Pelantikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam perumusan strategi yang lebih matang dan komprehensif.
Salah satu sosok yang menarik perhatian dalam pelantikan ini adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, lebih dikenal sebagai Noe Letto. Dia adalah seorang vokalis dari band legendaris Letto dan juga merupakan putra dari budayawan terkenal Emha Ainun Nadjib, yang dikenal dengan sapaan Cak Nun.
Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa peran 12 tenaga ahli ini sangat penting. Mereka diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif, kajian mendalam, dan rekomendasi berdasarkan bidang keahlian masing-masing untuk meningkatkan peran Dewan Pertahanan Nasional.
Pentingnya Tenaga Ahli dalam Kebijakan Pertahanan Nasional
Tenaga ahli berfungsi sebagai jembatan antara kebijakan dan pelaksana di lapangan. Dengan latar belakang beragam, mereka diharapkan dapat menawarkan perspektif yang berharga untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di bidang pertahanan.
Pentingnya kolaborasi antara tenaga ahli dan pengambil keputusan tidak dapat diabaikan. Keputusan strategis yang baik biasanya lahir dari diskusi dan rencana yang matang, di mana para ahli berkontribusi dengan wawasan mereka.
Di tengah dinamika global yang cepat berubah, kebutuhan akan kebijakan pertahanan yang responsif dan adaptif semakin mendesak. Oleh karena itu, pelibatan tenaga ahli diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional.
Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta tengah melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kegiatan ini merupakan upaya untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem yang sering melanda ibu kota.
Pada tanggal 18 Januari 2026, pelaksanaan OMC dilakukan melalui pemantauan serta penerbangan pesawat CASA A-2105. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan hujan buatan yang dapat meredakan ketegangan akibat cuaca yang tidak menentu.
Kolaborasi berbagai instansi, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta TNI Angkatan Udara, sangat penting dalam kegiatan ini. Kerjasama semacam ini menunjukkan betapa pentingnya pendekatan terpadu dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Situasi Terkini di Tol Sedyatmo dan Upaya Penanganan Banjir
Baru-baru ini, ruas Tol Sedyatmo mengalami genangan akibat curah hujan yang tinggi. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 30-40 sentimeter, menghambat arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan.
Polisi bersama Jasa Marga segera turun tangan untuk menangani situasi ini. Langkah-langkah rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mengalihkan kendaraan yang terjebak dalam genangan.
Genangan terjadi di dua titik penting, GT Pluit 3 dan Off Rawa Bokor, yang membuat otoritas harus bertindak cepat. Penutupan jalur sementara diharapkan dapat membantu pengendara untuk menghindari kemacetan lebih lanjut.















