Sebanyak 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) digunakan pada ketinggian sekitar 6.000 kaki, di mana awan target Cumulus Humilis memiliki base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki. Arah dan kecepatan angin di berbagai lapisan sudah terpantau bergerak ke arah barat, yang menambah kompleksitas proses modifikasi cuaca ini.
Pada sorti ke-3, fokus penyemaian diarahkan tepat di wilayah udara Kabupaten Tangerang. Tujuannya adalah untuk memecah awan-awan potensial yang dapat memicu hujan, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca menyatakan bahwa potensi hujan lebat biasanya terjadi pada periode siang hingga sore hari. Informasi ini sangat penting agar semua pihak terkait bisa melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.
Strategi Modifikasi Cuaca Di Kabupaten Tangerang
Dalam pelaksanaan operasi ini, pengawasan dilakukan secara ketat untuk memantau perkembangan awan. Hal ini bertujuan untuk memastikan hasil yang optimal dari penyemaian yang telah dilakukan, agar dampak hujan bisa diminimalkan.
Strategi ini melibatkan berbagai tim yang bekerja sama untuk mengevaluasi efektivitas semua kegiatan. Dengan analisis mendalam terhadap kondisi atmosfer, keputusan dapat dibuat dengan lebih akurat.
Budi Harsoyo menekankan pentingnya kerjasama antar lembaga untuk mencapai tujuan operasi modifikasi cuaca. Ia berharap semua pihak, termasuk BMKG dan BPBD, bisa berkolaborasi demi mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh hujan lebat.
Peran OpMod Cuaca dalam Mengurangi Genangan Air
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sangat penting untuk menekan dampak genangan di Jakarta. Jika tidak ada tindakan proaktif, dampak genangan mungkin bisa jauh lebih parah dari yang terjadi saat ini.
Evaluasi setelah pelaksanaan OMC pada hari-hari sebelumnya menunjukkan bahwa tidak ada genangan yang terpantau. Meskipun demikian, hasil yang berbeda terlihat pada hari ketiga di mana hujan berlangsung lebih lama.
Di titik-titik tertentu, meskipun upaya telah dilakukan, genangan tidak dapat sepenuhnya dihindari. Ini menunjukkan kompleksitas dari faktor cuaca yang mempengaruhi dan mengingatkan kita pentingnya kesiapsiagaan dalam menanggulangi masalah ini.
Evaluasi Berkala dan Koordinasi Tim OMC
BPBD Provinsi DKI Jakarta, bersama dengan BMKG dan TNI AU, berkomitmen untuk melanjutkan evaluasi berkala selama operasi modifikasi cuaca. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyemaian awan.
Koordinasi harian sangat penting untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling tepat. Melalui pendekatan yang berbasis fakta dan analisis yang kuat, strategi yang digunakan dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu.
Tim yang terlibat bekerja dengan semangat untuk menghadapi tantangan cuaca yang terus berubah. Dengan adanya kerjasama yang kuat dan strategi yang adaptif, diharapkan dampak negatif dari hujan dapat diminimalkan di masa mendatang.















