Sebagai seorang ibu, Tri menekankan bahwa peran anggota DWP sangat vital dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan formal memang penting, tetapi pendidikan karakter jauh lebih menentukan dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern saat ini.
Penting bagi orang tua untuk tidak memaksakan standar keberhasilan versi mereka kepada anak-anak. Saat ini, peluang sukses semakin beragam dan kreatif, sehingga orang tua perlu membuka mindset mereka mengenai definisi kesuksesan.
Dalam konteks ini, Tri juga menyampaikan bahwa pekerjaan tidak lagi terikat dengan pola konvensional bekerja dari pagi hingga sore. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan informal pun dapat menghasilkan kesuksesan yang luar biasa, sehingga penting untuk memberikan wawasan yang lebih luas tentang pendidikan dan kerja.
Peran Anggota DWP dalam Pendidikan Karakter Anak
Tri menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter bagi anak-anak di tengah perubahan zaman. Pendidikan tidak semata-mata dilakukan di sekolah, tetapi juga dalam lingkungan keluarga yang mempengaruhi nilai-nilai yang akan dibawa anak di masyarakat.
Orang tua perlu menjadi teladan bagi anak-anak mereka dalam hal etika dan moral. Jika anak-anak melihat orang tua mereka terlibat dalam aktivitas positif, mereka akan lebih cenderung mengadopsi perilaku yang sama.
Kolaborasi antara orang tua dan sekolah juga sangat diperlukan untuk menciptakan atmosfer pendidikan yang mendukung. Dengan berbagi visi dan misi yang sama, pendidikan di rumah dan di sekolah akan berjalan seiring dan saling mendukung.
Menjaga Keseimbangan antara Keluarga dan Pekerjaan
Tri menekankan pentingnya kemampuan dalam mengatur prioritas bagi anggota DWP sebagai perempuan karir. Menciptakan keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.
Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada, Tri percaya bahwa para wanita karir dapat lebih fleksibel dalam mengatur waktu. Hal ini membuat mereka dapat memenuhi tuntutan pekerjaan sekaligus memberikan perhatian kepada keluarga.
Peran suami juga sangat penting dalam mendukung istri yang berkarir. Dengan saling pengertian, pekerjaan dan tanggung jawab di rumah dapat dikelola dengan baik, menciptakan suasana yang kondusif di dalam keluarga.
Harapan untuk DWP dan Kesejahteraan Keluarga ASN
Di akhir sambutannya, Tri mengharapkan agar DWP Kemendagri dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga ASN. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyukseskan visi organisasi yang lebih besar.
Peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan dari kekerasan dalam rumah tangga juga menjadi agenda penting bagi DWP. Dengan kegiatan seperti ini, anggota DWP dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarga.
Tri memiliki harapan bahwa meski kegiatan yang dilakukan DWP tidak banyak, tetapi dampaknya dapat dirasakan oleh anggota ASN dan keluarganya. Usahanya adalah agar setiap kegiatan yang dilaksanakan relevan dengan kesejahteraan keluarga ASN.















