Pada era modern ini, perubahan iklim dan urbanisasi menjadi tantangan besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu dampak signifikan yang dirasakan adalah peningkatan frekuensi dan intensitas banjir, terutama di Pulau Jawa, yang membutuhkan solusi cepat dan terencana.
Dalam konteks ini, Fahira Idris mengemukakan enam rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas tim kajian penanganan banjir. Berbagai pendekatan dan penguatan kapabilitas dalam penanganan masalah ini sangat diperlukan agar solusi yang dicapai dapat bertahan dalam jangka panjang.
Sebagai langkah awal, Fahira mengusulkan agar tim kajian mengadopsi metode pengelolaan berbasis daerah aliran sungai (DAS). Pendekatan ini, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa setiap tahapan dalam penanganan banjir dapat dilakukan secara terpadu dan efektif.
Pentingnya Pengelolaan Terpadu Dalam Penanganan Banjir
Pertama-tama, pengelolaan DAS harus dilakukan dari hulu ke hilir, termasuk rehabilitasi hutan dan lahan. Mengendalikan alih fungsi lahan juga menjadi perhatian utama guna menjaga kawasan resapan air tetap optimal dan mengurangi dampak banjir yang semakin parah.
Lebih jauh, penataan sungai dan drainase di tengah dan hilir juga harus dilakukan secara bersamaan. Proses ini penting untuk mengurangi genangan dan mempercepat aliran air, yang seringkali menjadi penyebab utama banjir di kawasan urban.
Selain itu, integrasi tata ruang dan strategi pengendalian banjir perlu menjadi agenda utama pemerintah. Evaluasi rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang mendalam diperlukan agar pembangunan yang dilakukan selaras dengan daya dukung lingkungan sekitar.
Strategi Pengendalian dan Pencegahan Banjir yang Efektif
Fahira menekankan bahwa penataan ruang juga harus memperhatikan ruang terbuka hijau yang cukup. Konsep kota spons, yang memungkinkan penyerap air secara alami, dapat diterapkan di kawasan perkotaan untuk mengurangi limpasan air hujan yang berlebihan.
Di satu sisi, adaptasi infrastruktur harus ditingkatkan untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Khususnya, jalur transportasi dan kawasan industri perlu dirancang dengan lebih baik agar tahan terhadap bencana banjir yang semakin sering terjadi.
Perbaikan desain dan sistem drainase sangat penting di tempat-tempat yang rawan terhadap banjir. Dengan melakukan analisis yang tepat, kita bisa menciptakan solusi struktural yang efektif dan efisien dalam jangka panjang.
Pentingnya Pendekatan komprehensif terhadap Kawasan Pesisir Utara Jawa
Kawasan pesisir utara Jawa juga memerlukan perhatian khusus dan pendekatan komprehensif dalam penanganan banjir. Itu termasuk pembangunan tanggul laut yang kuat serta pengendalian ekstraksi air tanah yang berlebihan.
Restorasi ekosistem mangrove juga harus menjadi bagian dari strategi ini, karena mangrove memiliki peranan penting dalam melindungi pantai. Selain itu, normalisasi sungai dan penyediaan sumber air bersih alternatif dapat membantu mengurangi tekanan yang ada pada lingkungan.
Dukungan dari pemerintah dan masyarakat juga sangat diperlukan dalam upaya ini. Tanpa kolaborasi yang kuat, sulit bagi strategi yang diusulkan untuk dapat diwujudkan dengan baik.
Kebutuhan Sistem Peringatan Dini dan Kerjasama Lintas Sektoral
Sistem peringatan dini yang lebih baik harus diperkuat melalui kebijakan berbasis data iklim. Dengan dukungan dari lembaga seperti BMKG, langkah mitigasi terhadap kemungkinan banjir dapat dilakukan lebih awal, sehingga mengurangi risiko kerugian.
Pengamanan infrastruktur vital juga harus menjadi bagian integral dari kebijakan ini. Kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana sangat penting agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
Keenam, kolaborasi lintas pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus menjadi prinsip utama dalam tim kajian. Tanpa keterlibatan semua pihak, penanganan banjir di Pulau Jawa akan sulit tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
Jika semua rekomendasi ini diterapkan dengan serius dan berbasis data yang akurat, maka penanganan banjir di Pulau Jawa tidak hanya melindungi masyarakat dari bencana, tetapi juga menguatkan ketahanan ekologi dan infrastruktur secara keseluruhan. Keterpaduan dalam aksi ini akan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik.















