Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, mengumumkan sejumlah rencana menarik dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta yang akan berlangsung pada Juni 2026. Dua kegiatan besar telah disepakati, yaitu penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Haul Ulama Betawi yang dipercaya akan membawa dampak positif bagi masyarakat Jakarta.
Dalam keterangan persnya, Pramono menjelaskan bahwa MTQ akan diadakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kelurahan, kemudian berlanjut ke tingkat kecamatan, kota/kabupaten, dan akhirnya provinsi. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan budaya.
“Kita juga akan merayakan Haul Ulama Betawi dengan upacara yang meriah di Monumen Nasional (Monas),” ungkap Pramono setelah melaksanakan salat Subuh bersama para habaib dan alim ulama di Balai Kota Jakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingat dan menghormati warisan budaya Betawi yang kaya.
Tahun sebelumnya, saat HUT ke-498, tema yang diusung adalah ‘Jakarta Kota Global dan Berbudaya’. Pencanangan tema tersebut dilakukan di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 24 Mei 2025. Tema ini merujuk pada semangat untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang mengedepankan budaya lokal sekaligus berkontribusi di tingkat global.
Pramono menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut berakar dari keyakinan bahwa budaya Betawi merupakan identitas utama Jakarta. “Membangun kembali adat istiadat budaya Betawi sangat penting bagi keberlangsungan budaya kita,” tegasnya dalam sambutan saat itu.
Dengan optimisme yang tinggi, dia menargetkan Jakarta akan masuk dalam top 50 kota global di dunia pada tahun 2029. “Kami percaya, jika kita bersatu dan bekerja sama, pencapaian ini bukanlah hal yang mustahil,” tambahnya dengan semangat.
Pramono juga menyoroti pentingnya lokasi pencanangan di Blok M, yang merupakan bagian dari proyek Blok M Hub. Proyek ini dirancang untuk menyediakan fasilitas lengkap yang mendukung aksesibilitas publik, mulai dari pedestrian yang nyaman hingga koneksi transportasi umum yang efisien.
Menyiapkan Jakarta Menuju Era Baru dengan Acara Budaya
Acara-acara yang direncanakan dalam rangka HUT DKI Jakarta bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah upaya untuk mengedepankan nilai-nilai budaya dan agama di tengah masyarakat. Musabaqah Tilawatil Quran diharapkan menjadi katalisator bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan memahami Al-Qur’an.
Pramono juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan acara tersebut. “Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana yang meriah dan penuh khidmat dalam setiap kegiatan kita,” tambahnya.
Dengan menyelenggarakan acara ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam pemahaman dan pengamalan ajaran agama di kalangan masyarakat. Hal ini selaras dengan visi Jakarta sebagai kota yang berbudaya dan religius, sesuai dengan tema yang telah ditetapkan.
Haul Ulama Betawi yang direncanakan juga diharapkan dapat memperkuat rasa kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan tradisi Betawi. Kegiatan ini tidak hanya akan dihadiri oleh masyarakat umum, tetapi juga diharapkan mengundang tokoh-tokoh penting dari berbagai kalangan.
Dengan mengedepankan agenda-agenda berbasis budaya dan keagamaan, pemerintah Jakarta berusaha menjadikan momen HUT ini sebagai platform untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual yang ada di masyarakat. “Kita ingin momen ini menjadi lebih dari sekadar seremonial, tetapi sebuah langkah menuju revitalisasi budaya Betawi,” tegas Pramono.
Strategi untuk Membangun Jakarta yang Lebih Berbudaya dan Berdaya Saing
Salah satu fokus utama dari rencana kegiatan ini adalah untuk menempatkan Jakarta sebagai kota yang tidak hanya maju dalam hal infrastruktur, tetapi juga kaya akan budaya. Pramono ingin semua elemen masyarakat ikut terlibat agar Jakarta bisa menjadi kota yang lebih baik.
Untuk itu, berbagai penghargaan dan insentif juga akan diberikan bagi peserta dan masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Dengan memotivasi masyarakat untuk ikut serta, diharapkan akan tercipta rasa memiliki terhadap kota mereka.
Selain itu, pemerintah daerah juga sudah memiliki langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang budaya. Pelatihan dan pembinaan bagi para seniman lokal dianggap perlu sebagai upaya mendukung pelestarian dan pengembangan budaya Betawi ke depannya.
Tidak hanya itu, kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan dilakukan untuk mengadakan acara-acara yang bisa menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Hal ini diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung dan meningkatkan ekonomi lokal.
“Kita ingin menciptakan atmosfer yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus melestarikan budaya kita,” ujarnya. Dengan semangat kolaboratif, Jakarta diharapkan mampu menunjukkan potensi terbaiknya ke kancah internasional.
Harapan untuk Masa Depan dan Komitmen Bersama
Dengan beragam rencana yang telah diungkapkan, harapan besar diletakkan pada semua elemen masyarakat agar bisa bersatu untuk menyukseskan peringatan HUT DKI Jakarta yang ke-499. Pramono berharap bahwa setiap individu dapat berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Dia menekankan bahwa kebersamaan yang kuat akan menjadi kunci untuk mencapai semua target dan cita-cita yang telah ditentukan. Penting bagi warga Jakarta untuk saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih berbudaya.
“Mari kita tetap bersatu, kita semua adalah bagian dari keluarga besar Jakarta,” serunya. Dengan kombinasi budaya, agama, dan semangat kebersamaan, Pramono yakin Jakarta akan mampu mencapai pencapaian yang lebih gemilang di masa depan.
Menjelang HUT yang akan datang, diharapkan ada gelombang dukungan positif dari seluruh lapisan masyarakat. Pramono menutup dengan pernyataan optimis bahwa Jakarta akan melangkah ke era baru dan lebih baik, jika semua pihak berkomitmen dan berperan aktif.
Oleh karena itu, mari kita sambut HUT DKI Jakarta yang ke-499 dengan semangat baru dan komitmen untuk menciptakan Jakarta yang lebih unggul serta kaya akan nilai-nilai budaya dan agama.















