Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, menyampaikan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dalam pertemuannya dengan Ketua Majelis Nasional Republik Korea Selatan, Woo Won-Shik. Pertemuan tersebut berlangsung pada tanggal 22 Januari 2026, di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Puan menggarisbawahi bahwa perlindungan terhadap PMI merupakan prioritas bagi DPR RI dan pemerintah. Mengingat banyaknya pekerja migran Indonesia yang tersebar di berbagai sektor di Korea Selatan, perhatian terhadap kesejahteraan mereka sangatlah penting.
“Selamat datang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Kami berharap Yang Mulia merasakan kehangatan sambutan kami di Jakarta, seperti yang kami rasakan saat berkunjung ke Seoul,” ungkap Puan di awal pertemuan. Puan juga mengakui bahwa Indonesia berterima kasih kepada Korea Selatan yang telah memberikan peluang kerja bagi puluhan ribu pekerja migran.
Puan menekankan pentingnya melakukan perlindungan secara menyeluruh. Dalam hal ini, upaya tersebut meliputi peningkatan pelatihan sebelum keberangkatan, pengawasan di lapangan, hingga penerapan hukum jika terdapat pelanggaran terhadap hak pekerja.
Pentingnya Kerja Sama Internasional untuk Perlindungan PMI
Puan mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Korea Selatan dalam membenahi regulasi ketenagakerjaan bagi pekerja asing. Ia menyoroti bahwa kerja sama yang erat antara dua negara sangat krusial untuk memastikan setiap PMI dapat bekerja dalam kondisi yang aman dan bermartabat.
Kerja sama ini mencakup pertukaran informasi dan pengalaman yang dapat meningkatkan kondisi kerja bagi PMI. Selain itu, hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik untuk semua pekerja.
Dalam konteks tersebut, Puan juga mengajak pemerintah Korea Selatan untuk terus memperkuat komunikasi dengan perwakilan Indonesia di Seoul. Hal ini bertujuan agar setiap permasalahan terkait PMI dapat segera ditangani dengan baik.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen kedua negara dalam melindungi hak-hak pekerja migran. Ada harapan bahwa langkah ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak kepada PMI di masa depan.
Seluruh aspek tersebut menunjukkan bahwa perlindungan pekerja migran bukanlah tanggung jawab satu pihak. Ini adalah kolaborasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat luas.
Dampak Positif dari Perlindungan Pekerja Migran terhadap Ekonomi
Perlindungan yang diberikan kepada PMI dapat berkontribusi positif pada perekonomian negara. Jika para pekerja merasa aman dan terlindungi, mereka akan lebih produktif dan mampu memberikan hasil yang maksimal.
Dalam jangka panjang, kondisi kerja yang baik bagi PMI juga akan mengurangi potensi konflik dan pelanggaran hukum yang bisa merugikan kedua negara. Keberadaan kerjasama tersebut sangat penting untuk menciptakan situasi yang saling menguntungkan.
Selain itu, para PMI yang terampil dan berpengalaman akan membawa kembali pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh di luar negeri. Ini dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal di Indonesia, terutama di sektor-sektor yang memerlukan keahlian khusus.
Seiring dengan itu, program pelatihan yang lebih baik sebelum keberangkatan akan membantu PMI mempersiapkan diri dengan lebih baik. Dengan pelatihan yang tepat, mereka dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan di negara tujuan.
Pertemuan yang Meningkatkan Hubungan Diplomatic Antara Negara
Pertemuan antara Puan Maharani dan Woo Won-Shik berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Ini merupakan langkah penting dalam menguatkan hubungan antar parlemen kedua negara setelah terjalin selama 53 tahun.
Hubungan baik ini menunjukkan bahwa kedua negara saling menghargai dan berkomitmen untuk bekerja sama di berbagai bidang, termasuk perlindungan pekerja migran. Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh wakil-wakil lain dari DPR, menandakan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap inisiatif ini.
Sebagai penutup, pertemuan seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas dan harmonisasi hubungan diplomatik. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan tantangan yang dihadapi oleh PMI dapat diatasi secara efektif dan efisien.
Melalui kerja sama dan dialog yang berkelanjutan, masa depan pekerja migran Indonesia di luar negeri bisa lebih cerah dan menjanjikan. Setiap langkah yang diambil saat ini akan menentukan nasib para pekerja di tahun-tahun mendatang.













