Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, melakukan peninjauan di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh pada Minggu (11/1/2026) untuk menilai kondisi sawah pascabencana. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong upaya revitalisasi lahan pertanian yang terdampak agar dapat kembali berfungsi secara optimal dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Tito menyatakan pentingnya untuk melakukan revitalisasi sawah yang rusak. Dia menggarisbawahi bahwa upaya ini akan menjadi bagian dari program optimalisasi lahan di wilayah yang terkena dampak bencana.
“Revitalisasi ini akan difokuskan pada lahan yang telah ada sebelumnya,” jelas Tito, menekankan perlunya memperbaiki kondisi infrastruktur pertanian yang rusak.
Inisiatif Revitalisasi Pertanian Pascabencana di Aceh
Pemulihan sektor pertanian pascabencana merupakan salah satu agenda utama pemerintah saat ini. Tito menjelaskan bahwa koordinasi dengan Menteri Pertanian sangat diperlukan dalam upaya ini untuk memastikan efektivitas program.
Konsep pemetaan untuk sawah yang terdampak akan dilakukan secara menyeluruh di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Langkah ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan prioritas pemerintah untuk mencapai swasembada pangan.
Kegiatan revitalisasi ini tidak hanya dilakukan untuk mengatasi masalah jangka pendek. Namun, juga merupakan langkah strategis untuk menguatkan ketahanan pangan dalam jangka panjang.
Mekanisme Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Baru
Mendagri Tito Karnavian membagikan dua mekanisme yang akan diterapkan dalam program ini. Mekanisme pertama adalah optimalisasi lahan, yang melibatkan perbaikan dan pemanfaatan lahan yang sudah ada.
Optimalisasi tersebut meliputi pemberian benih, pupuk, dan irigasi untuk mendukung pemulihan produktivitas sawah. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan sehingga petani dapat segera kembali berproduksi.
Sementara mekanisme kedua adalah cetak sawah, yang memerlukan waktu lebih lama, yaitu dengan mengonversi lahan baru menjadi area pertanian. Ini termasuk lahan yang saat ini berupa hutan menjadi sawah produktif yang baru.
Peran Dukungan dan Bantuan untuk Petani
Selain mekanisme revitalisasi dan optimalisasi, dukungan langsung kepada petani juga akan dilakukan. Tito mengungkapkan rencananya untuk memberikan bantuan benih, pupuk, dan alat pertanian kepada petani yang terdampak.
Proses pencucian sawah dari lumpur serta perbaikan irigasi juga menjadi prioritas penting dalam program ini. Diharapkan, program dukungan ini dapat meningkatkan hasil pertanian lokal secara signifikan.
Dalam waktu dekat, Tito merencanakan untuk mengumpulkan semua pihak terkait dalam rapat guna membahas langkah-langkah lanjut yang diperlukan untuk pelaksanaan program optimalisasi lahan ini.















