Ribuan ikan koi dari berbagai daerah di tanah air berpartisipasi dalam ajang kompetisi bergengsi, Indonesia Japan Koi Show 2026, yang berlangsung di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bogor, Jawa Barat. Kontes yang dihelat pada 7 Februari 2026 ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga merupakan upaya untuk memperkenalkan dan meningkatkan industri koi di Indonesia.
Diikuti oleh sekitar 103 handler dan 480 owner dari berbagai kota di Indonesia, acara ini menarik perhatian pecinta koi dari luar negeri. Kehadiran peserta internasional menambah semarak kompetisi ikan koi yang berasal dari Jepang ini.
Sekitar 1.044 ikan koi dipertandingkan dalam berbagai kategori, yang mencakup super grand champion, grand champion, jumbo champion, dan superior champion. Setiap peserta menunjukkan keunikan dan kualitas ikan koi yang mereka miliki untuk bersaing meraih gelar juara.
Meningkatkan Nilai Jual dan Perkembangan Industri Koi
Acara ini diselenggarakan di bawah naungan Yayasan Koi Indonesia, yang berkomitmen untuk meningkatkan nilai jual ikan koi sekaligus mendorong perkembangan industri koi di dalam negeri. Ketua Yayasan Koi Indonesia, Sora Lokita, menyatakan bahwa semua elemen terlibat, termasuk dealer importir koi, pecinta ikan, peternak, dan handler, dalam upaya ini.
Menurut Sora, kompetisi semacam ini merupakan langkah penting untuk mempererat hubungan antara para peternak lokal dan penggemar koi. Dengan melibatkan berbagai pihak, Yayasan berharap dapat menciptakan ekosistem yang saling mendukung dalam industri koi.
Kompetisi antar handler dan peternak koi lokal sudah rutin dilakukan, dan Indonesia Japan Koi Show 2026 menjadi puncak dari rangkaian acara tersebut. Ini adalah kesempatan bagi peternak untuk menampilkan ikan koi terbaik mereka dan mendapatkan pengakuan yang layak.
Pertandingan Mempertemukan Peserta Lokal dan Internasional
Peserta yang terlibat dalam Indonesia Japan Koi Show 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini menunjukkan besarnya minat terhadap ikan koi di kawasan Asia Tenggara.
Dewan juri yang diundang langsung dari Jepang membawa pengalaman dan pengetahuan mendalam tentang standar kualitas ikan koi internasional. Penjurian dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting dari ikan koi yang dinilai.
Penilaian mencakup keindahan keseluruhan, kualitas kulit, warna, dan corak pada ikan koi. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemenang benar-benar layak mendapatkan gelar juara berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Harapan untuk Masa Depan Industri Koi di Indonesia
Dalam kesempatan ini, Sora juga menyampaikan harapan bahwa industri hobi koi di Indonesia akan terus berkembang. Ia menekankan pentingnya tidak hanya bergantung pada impor, tetapi juga mengembangkan ikan koi lokal yang kualitasnya semakin meningkat dan mampu bersaing dengan ikan koi Jepang.
Hal ini menunjukkan potensi yang besar bagi industri koi di Indonesia untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap ekonomi. Dengan mengedukasi dan memberikan pelatihan kepada para peternak, diharapkan hasil budidaya lokal bisa sejajar dengan produk impor.
Sora berharap bahwa event ini akan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih terlibat dalam industri koi. Jika tidak ada pengembangan yang signifikan, akan sulit bagi industri ini untuk berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.
Penutupan acara ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga merupakan langkah awal untuk menjalin kolaborasi antara peternak lokal dan komunitas koi internasional. Keberadaan event seperti ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk mencintai dan merawat ikan koi.















