Diketahui, selain rumah subsidi layak huni, Menteri Perumahan Maruarar Sirait juga menuturkan adanya program bedah rumah. Dia bersyukur, anggaran untuk program tersebut sudah bisa naik mencapai Rp 10 triliun pada tahun depan.
“Anggaran kami, Bapak, naikkan dari 5 triliun tahun ini, tahun depan 10 triliun lebih,” tutur dia dalam kesempatan senada.
Sosok karib disapa Ara tersebut menyatakan, anggaran itu akan digelontorkan dengan porsi 80%. Alasannya, sebanyak 26,9 juta rakyat memiliki rumah tapi tidak layak huni.
“Jadi ada 26,9 juta rakyat yang punya ruang tapi tidak layak huni, tahun ini hanya 45 ribu (rumah dibedah), tahun depan 400 ribu, naiknya 8 kali lipat. Semoga rakyat kita rumahnya bisa lebih banyak yang diperbaiki. Terima kasih, Bapak Presiden,” Ara menandasi.
Pentingnya Program Bedah Rumah bagi Masyarakat
Program bedah rumah menjadi inisiatif krusial dalam meningkatkan kualitas hunian bagi warga yang tidak mampu. Dengan adanya program ini, akses terhadap rumah layak huni diharapkan dapat diperluas.
Secara umum, kondisi rumah yang tidak layak dapat berdampak negatiif bagi kesehatan penghuninya. Oleh karena itu, program ini juga berfokus pada aspek kesehatan dan kenyamanan bagi masyarakat.
Dukungan anggaran yang meningkat menjadi sinyal positif bagi progres pembangunan perumahan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan kesejahteraan rakyat dalam bidang perumahan.
Target Program Bedah Rumah untuk Tahun Depan
Dengan target 400 ribu rumah akan dibedah, pemerintah optimis dapat memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Ini adalah langkah signifikan untuk mengatasi krisis perumahan di berbagai wilayah di Indonesia.
Angka ini jauh lebih tinggi dari tahun ini, di mana hanya 45 ribu rumah yang mendapatkan perbaikan. Lonjakan target mencerminkan upaya serius untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pada akhirnya, pencapaian tujuan ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Kerjasama ini sangat penting untuk memastikan program berjalan dengan efektif.
Dampak Jangka Panjang dari Program Bedah Rumah
Dampak program bedah rumah tidak hanya terlihat pada peningkatan kualitas fisik bangunan. Sisi psikologis dan sosial masyarakat juga akan mengalami perubahan yang signifikan.
Rumah yang layak huni dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri masyarakat. Hal ini turut mendukung stabilitas sosial karena menciptakan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap lingkungan tempat tinggal.
Selain itu, dampak positif lainnya bisa terlihat pada sektor ekonomi. Masyarakat yang tinggal di rumah layak cenderung memiliki produktivitas yang lebih baik, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.















