Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (22/1/2026) meluas hingga menyebabkan terjadinya beberapa genangan di sejumlah titik. Tercatat hingga pukul 18.00 WIB, ada sebanyak 80 RT dan 23 ruas jalan yang tergenang.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, terutama saat jam sibuk. Mereka harus menghadapi kesulitan baru akibat limpahan air yang membuat jalanan sulit dilalui.
Berbagai upaya pencegahan dan penanganan genangan telah dilakukan oleh pihak berwenang. Namun, dampak yang ditimbulkan tetap dirasakan oleh masyarakat yang terdampak langsung.
Kondisi Cuaca Ekstrem dan Dampaknya terhadap Aktivitas Sehari-hari
Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan di berbagai area. Hujan yang lebat membawa masalah baru yang memengaruhi mobilitas warga.
Aktivitas sehari-hari seperti pergi kerja atau bersekolah menjadi terganggu. Banyak warga yang terpaksa mencari jalur alternative untuk menghindari genangan air yang tinggi.
Di beberapa titik, banjir membuat kendaraan tidak bisa melintas. Hal ini menyebabkan warga terpaksa menggunakan jasa ojek online atau moda transportasi lain yang lebih aman.
Upaya Penanganan yang Dilakukan oleh Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah telah menginstruksikan petugas untuk melakukan pemantauan di area terdampak. Mereka juga berupaya melakukan penyedotan air untuk meminimalkan dampak dari genangan yang terjadi.
Dalam situasi darurat seperti ini, komunikasi dengan masyarakat menjadi penting. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah terkait kondisi cuaca dan genangan.
Beberapa titik yang sering mengalami genangan sudah menjadi fokus perhatian. Harapannya, dengan tindakan cepat, dampak negatif dapat diminimalisir.
Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang untuk Mengatasi Masalah Genangan
Untuk menghadapi masalah genangan ini, beberapa solusi harus dipertimbangkan. Pembangunan infrastruktur yang lebih baik menjadi salah satu kunci utama untuk mengurangi risiko serupa di masa depan.
Selain itu, peningkatan sistem drainase dan kolam retensi perlu dilakukan. Ini bertujuan agar air hujan dapat mengalir dengan baik sebelum menyebabkan genangan di jalanan.
Pendidikan kepada masyarakat tentang manajemen air hujan juga penting. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat bisa turut berkontribusi dalam mengatasi masalah genangan ini secara efektif.













