Pemerintah Kota Bontang berkomitmen penuh dalam mengatasi isu pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui optimalisasi layanan ketenagakerjaan. Langkah nyata ini diimplementasikan melalui kegiatan Sosialisasi Pelayanan Antar Kerja, yang merupakan bagian dari Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja.
Dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, turut hadir dan memberikan arahan yang dianggap krusial bagi para peserta. Ia menegaskan bahwa suksesnya pembangunan daerah sangat dipengaruhi oleh kesejahteraan masyarakat, termasuk di dalamnya peluang kerja yang adil dan merata.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari visi Kota Bontang untuk menjadi kota industri dan jasa yang sejahtera serta berkelanjutan,” ujar Agus Haris dengan tegas dalam sambutannya.
Pentingnya Perhatian pada Sektor Ketenagakerjaan untuk Pembangunan Daerah
Sektor ketenagakerjaan harus dipandang serius karena dampaknya yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, Agus Haris mendorong semua elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha dan industri, untuk berkontribusi aktif dalam memperkuat sektor ini.
“Keterlibatan berbagai pihak dalam memperkuat sektor ketenagakerjaan akan membuat dampak positif bagi masyarakat. Kita perlu sebuah kolaborasi yang terencana untuk mengatasi tantangan yang ada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus Haris juga menggarisbawahi pentingnya perusahaan-perusahaan di Bontang untuk selalu mematuhi aturan-aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkeadilan bagi semua pihak yang terlibat.
“Saya percaya, kegiatan ini dapat menawarkan solusi untuk permasalahan ketenagakerjaan yang kompleks di wilayah kita,” tambahnya.
Menuju Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif dan Berdaya Saing
Pemahaman yang mendalam tentang mekanisme Pelayanan Antar Kerja yang telah diatur di dalam Perda 10/2018 harus diperkuat secara terus-menerus. Ini bertujuan agar proses rekrutmen tenaga kerja dapat berlangsung dengan tertib, objektif, dan transparan.
“Saya berharap, melalui kegiatan ini, kita dapat bersama-sama meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar sektor ketenagakerjaan di Kota Bontang bisa berfungsi secara optimal,” pungkas Agus Haris.
Dengan semua upaya ini, Pemerintah Kota Bontang ingin menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berdaya saing, sejalan dengan visi kota sebagai mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Peran Pemerintah dalam Mendorong Pertumbuhan Ketenagakerjaan
Pemerintah telah menunjukkan komitmennya untuk mengurangi pengangguran melalui berbagai inisiatif dan program. Kegiatan Seminars Sosialisasi Pelayanan Antar Kerja adalah salah satu langkah awal yang signifikansif dalam menciptakan pemahaman akan hirarki ketenagakerjaan.
Di samping itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk menggali informasi terkait peluang pekerjaan yang ada. Pengetahuan yang lebih baik mengenai pasar kerja dapat membantu individu untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Agus Haris kemudian menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja yang mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional. Melalui kerjasama ini, diharapkan bisa menciptakan lansekap kerja yang lebih dinamis.
Keterbukaan Informasi sebagai Kunci Menuju Ketenagakerjaan yang Efektif
Transparansi informasi mengenai lowongan kerja dan mekanisme rekrutmen menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang berkualitas. Agus Haris mendorong agar setiap perusahaan wajib menginformasikan setiap tahap dari proses rekrutmen tersebut.
“Dengan begitu, kita bisa meminimalkan potensi konflik yang mungkin muncul di antara pencari kerja. Pendekatan ini juga akan membantu individu untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ke depannya, diharapkan semua langkah yang diambil dalam perencanaan ketenagakerjaan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Kegiatan yang diselenggarakan ini diharapkan menjadi jembatan antara tenaga kerja dan perusahaan yang membutuhkan.
“Kami optimis bahwa dengan pendekatan yang sistematis, kami dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama,” tutup Agus Haris, memberikan semangat kepada semua yang hadir di acara tersebut.















