Pasar properti di Indonesia, khususnya di Jakarta, telah menunjukkan perkembangan yang signifikan menuju tahun 2026. Lonjakan penyelesaian proyek hunian vertikal pada akhir tahun lalu menjadi salah satu faktor penyebab pertumbuhan ini, diiringi dengan meningkatnya pasokan unit apartemen yang ada di pasar.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 6.270 unit apartemen baru telah rampung dibangun pada kuartal IV 2025. Hal ini otomatis menambah total pasokan apartemen di Jakarta menjadi 227.423 unit, sebuah angka yang menunjukkan potensi pertumbuhan yang tidak boleh diabaikan.
Meskipun pasokan terus meningkat, tantangan yang dihadapi pasar adalah tingkat penyerapan yang masih terseok-seok di angka 87%. Ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam fase penyesuaian terhadap stok baru yang kini tersedia.
Dengan jumlah unit yang cukup banyak, para pengembang perlu merumuskan strategi yang tepat agar dapat menarik minat konsumen. Peluang emas bagi investor dan pembeli rumah pertama kini terbuka lebar, karena harga properti relatif stabil di tengah berlimpahnya jumlah unit yang ada.
Analisis Terhadap Sektor Properti yang Berkembang di Tahun 2026
Sektor lahan industri dan logistik menjadi sorotan utama dalam peta properti 2026. Dalam perjalanan tahun 2025, penjualan lahan industri yang tercatat mencapai 157 hektar, dengan Bekasi dan Karawang tetap menjadi pilihan favorit bagi para pelaku usaha.
Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ini adalah sektor pusat data dan logistik, yang merupakan penyerap terbesar lahan industri. Perkembangan ekonomi digital di Indonesia terus menguat, menjadikan sektor ini semakin penting.
Ferry Salanto, seorang pengamat pasar, menyatakan bahwa sektor logistik diperkirakan akan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Dengan tingkat keterisian gudang yang mencapai 90% di wilayah Jabodetabek, permintaan terhadap gudang baru tetap tinggi meski ada tambahan pasokan baru.
Keberhasilan pengembang dalam menghadirkan fasilitas logistik modern dengan spesifikasi tinggi akan memberikan mereka keunggulan kompetitif. Selain itu, pergeseran minat investor menuju sektor non-tradisional semakin terlihat, di mana kawasan industri kini juga termasuk hunian pekerja dan area komersial.
Dengan demikian, integrasi kawasan menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan sektor properti di masa depan. Terus bertumbuhnya sektor-sektor ini menandakan adanya peluang baik bagi investasi jangka panjang.
Proyeksi dan Tantangan di Sektor Perkantoran dan Ritel Nasional
Sektor perkantoran di Jakarta tidak lepas dari tantangan yang cukup berat, terutama di wilayah CBD, di mana tingkat keterisian masih stagnan di angka 74%. Di tengah ketidakpastian ini, banyak penyewa yang memilih untuk pindah ke gedung-gedung baru dengan fasilitas yang lebih baik.
Tren flight-to-quality semakin marak, di mana penyewa mencari gedung yang menawarkan nilai lebih dengan harga sewa yang kompetitif. Ferry Salanto mengingatkan bahwa inovasi layanan dari pemilik gedung akan semakin menentukan daya saing di tahun 2026.
Besarnya potensi pemulihan sektor komersial mungkin memerlukan waktu yang lebih panjang. Namun, di sisi lain, sektor ritel menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang positif dengan tingkat keterisian mal mencapai 70%.
Kesuksesan sektor ritel sebagian besar dipicu oleh ekspansi dari merek-merek makanan dan minuman serta hiburan, yang kembali aktif membuka cabang fisik. Kembali pulihnya kepercayaan konsumen menjadi mesin utama bagi sektor ini untuk bertahan dan terus tumbuh.
Tahun 2026 menjadi waktu yang penuh tantangan dan peluang bagi para pemangku kepentingan untuk membaca perubahan yang terjadi di lapangan, terutama dalam menghadapi dinamika pasar yang baru.
Peluang dan Tantangan di Sektor Residensial Tanpa Meninggalkan Tren
Sementara itu, sektor residensial masih berjuang dalam menghadapi tingginya stok unit yang tersedia. Dengan unit apartemen yang terus meningkat, pengembang dituntut untuk lebih selektif dalam menawarkan produk-produk mereka ke pasaran.
Walaupun terdapat tekanan pada pasar residensial, terutama dalam penyerapan unit, ada harapan untuk peningkatan permintaan di masa depan. Peluang bagi investor dan pembeli rumah pertama untuk mendapatkan aset di lokasi strategis masih terbuka lebar.
Tren terbaru yang terlihat adalah permintaan terhadap hunian yang menerapkan konsep sehat, menciptakan sebuah segmen pasar yang baru. Di tengah meningkatnya kesadaran mengenai gaya hidup sehat, hunian modern dengan fasilitas kesehatan semakin diminati.
Ke depan, para pengembang perlu beradaptasi dengan perubahan selera dan kebutuhan konsumen, yang semakin berorientasi pada kualitas hidup. Menyusuri arah investasi di tahun 2026 yang ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi salah satu kriteria penting.
Dengan berpegang pada strategi yang tepat, sektor residensial diharapkan dapat bangkit dari stagnasi dan memberikan kontribusi berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional.















