Menteri Sosial baru-baru ini mengungkapkan perkembangan signifikan yang dialami para murid di Sekolah Rakyat selama enam bulan terakhir. Berdasarkan laporan, perubahan ini terlihat tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga mental dan perilaku mereka dalam belajar.
Selama periode ini, para siswa yang berasal dari keluarga miskin menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Menurut data, mereka merupakan bagian dari Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), menunjukkan betapa pentingnya program ini bagi mereka.
Program Sekolah Rakyat: Mewujudkan Pendidikan untuk Semua
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu. Inisiatif ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi dan memberikan harapan kepada anak-anak yang terabaikan.
Dalam peluncuran terbaru di Banjarbaru, Menteri Sosial menekankan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif. Selain memberikan ilmu, sekolahan ini juga memberi perhatian khusus pada kebutuhan dasar anak-anak, termasuk kesehatan dan gizi.”
Melalui pendekatan holistic, Sekolah Rakyat melakukan intervensi di banyak aspek kehidupan siswa. Pendidikan tidak hanya diterapkan dalam classroom, tetapi juga dengan dukungan kesehatan dan kesejahteraan yang menjadi fokus utama program ini.
Perubahan Positif dalam Kesehatan dan Perilaku Siswa
Salah satu keberhasilan yang paling terlihat adalah peningkatan kesehatan fisik siswa. Menteri Sosial melaporkan bahwa berat badan dan tinggi badan anak-anak meningkat, sekaligus menunjukkan penurunan angka anemia.
Selanjutnya, mental dan perilaku siswa tampak mengalami perbaikan signifikan. Banyak dari mereka kini lebih disiplin dan mandiri, menunjukkan kemajuan yang jauh dari harapan sebelumnya.
Menariknya, para orang tua siswa juga melaporkan perubahan dalam kebiasaan anak-anak mereka. Mereka merasa bangga melihat anak-anak semakin rajin beribadah dan lebih bertanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari.
Pencapaian dan Tantangan di Sekolah Rakyat
Sebagai bagian dari program ini, dalam waktu dekat akan ditargetkan 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan beroperasi di seluruh Indonesia. Dengan sebaran yang luas, harapannya adalah pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak di daerah pedesaan maupun terpencil.
Dengan dukungan lebih dari 2.200 guru dan tenaga kependidikan, Sekolah Rakyat bertujuan untuk menyentuh lebih banyak anak yang membutuhkan. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam memastikan kualitas pengajaran yang konsisten dan berkelanjutan.
Bangunan yang tidak memadai dan akses ke teknologi juga menjadi hambatan dalam pembelajaran. Meskipun sudah ada kemajuan, upaya untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas pendidikan tetap menjadi prioritas dari program ini.















