Empat desa di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami banjir parah yang menyebabkan genangan air mencapai ketinggian 4 meter pada hari Jumat, 23 Januari. Kejadian ini mengakibatkan 2.884 jiwa dari 1.054 keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat luapan Sungai Cidurian yang tidak terduga.
Yandri Permana, Camat Jayanti, mengungkapkan bahwa situasi ini sangat menyedihkan dan memperhatikan dampak yang luas. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 4 meter, dan ketinggian tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Titik terparah terjadinya banjir berada di RT 04, RW 03 Perumahan Taman Cikande. Di lokasi ini, air telah menggenangi atap rumah, membuat warga tidak dapat berlindung di tempat mereka sendiri.
Akibat Banjir di Wilayah Perumahan Taman Cikande yang Terparah
Di Perumahan Taman Cikande, sebanyak 702 keluarga terdampak banjir, dengan ketinggian air yang luar biasa. Yandri menjelaskan bahwa perumahan ini menjadi lokasi paling parah yang mengakibatkan banyak rumah terendam.
Berdasarkan pantauan tidak resmi, ratusan rumah di kawasan tersebut terendam air, dengan berbagai ketinggian yang terus meningkat. Hal ini berisiko terhadap keselamatan warga dan merusak properti mereka.
Para korban telah mengungsi ke lokasi-lokasi aman, seperti balai warga dan masjid. Penanganan darurat dilakukan dengan cepat untuk memastikan keselamatan warga, termasuk evakuasi dengan menggunakan perahu karet dan rakit bambu.
Proses Evakuasi yang Melibatkan Berbagai Kalangan Masyarakat
Hingga saat ini, petugas berhasil mengevakuasi sekitar 500 orang dari genangan air yang besar. Penanganan ini melibatkan masyarakat, relawan, dan aparat setempat yang bekerja sama untuk menyelamatkan warga, termasuk balita, lansia, dan penyandang disabilitas.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk memindahkan kendaraan warga ke tempat yang lebih tinggi dan tidak terendam banjir. Ini sangat penting untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada kendaraan dan properti lainnya.
Pendirian dapur umum dan posko kesehatan juga diupayakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi. Stok logistik untuk makanan sudah disiapkan, meskipun pengiriman bantuan masih diperlukan untuk mengatasi kebutuhan yang terus meningkat.
Kejadian Terkait Kasus Tenggelam yang Mengkhawatirkan di Wilayah Terkait
Di lokasi lain, seorang anak bernama Onil yang berusia sembilan tahun sempat tenggelam saat bermain di genangan banjir di Perumahan Mutiara Pluit, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, pada hari yang sama. Untungnya, ia berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Onil tenggelam menjelang sore saat berusaha bermain di dekat Masjid Al Muhajirin, yang saat itu menjadi lokasi pengungsian. Ibu Onil yang berada di rumah tidak dapat dengan cepat menolongnya, menyebabkan kejadian ini menambah keprihatinan bagi para warga.
Kondisi Onil berhasil pulih dengan keadaan sadar setelah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Insiden ini menggambarkan betapa berbahayanya kondisi banjir dan perlunya perhatian lebih terhadap anak-anak dan pihak yang rentan lainnya.













