Pakar penelitian di bidang pertanian, Andreas Santosa, menekankan pentingnya kesiapan pemerintah Indonesia dalam menghadapi fenomena El Nino yang akan datang. Dengan pengalaman yang luas, ia menunjukkan betapa pentingnya mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh perubahan iklim tersebut.
Menurut Andreas, pola cuaca yang ditimbulkan oleh fenomena El Nino dapat mempengaruhi produksi pertanian secara signifikan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang sejarah cuaca dan produksi pangan menjadi krusial untuk menentukan langkah-langkah yang tepat di masa depan.
Memahami Dampak Fenomena El Nino terhadap Pertanian
El Nino dan La Nina adalah dua fenomena iklim yang berlawanan dan memiliki dampak signifikan terhadap sektor pertanian. La Nina biasanya menghasilkan cuaca yang mendukung pertumbuhan tanaman, sedangkan El Nino sering kali menyebabkan penurunan hasil panen.
Data dari 30 tahun terakhir menunjukkan tren yang jelas bahwa produksi padi cenderung meningkat selama La Nina. Sebaliknya, saat El Nino terjadi, hasil panen dapat berkurang hingga lima persen dari total produksi yang diharapkan.
Andreas memprediksi bahwa fenomena El Nino ini akan berlangsung dari pertengahan tahun 2026 hingga pertengahan tahun 2027. Ketepatan dalam mempelajari pola ini dapat membantu dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk menghadapi tantangan yang ada di depan.
Langkah Strategis untuk Menghadapi El Nino
Pemerintah perlu melakukan serangkaian langkah strategis untuk memitigasi dampak negatif yang mungkin timbul akibat El Nino. Langkah pertama adalah memperbaiki tata kelola pangan di Indonesia sehingga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dapat tetap terjaga.
Kebijakan yang berbasis fakta harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi seperti ini. Data produksi dan konsumsi yang akurat sangat penting untuk menghindari krisis pangan yang lebih dalam lagi.
Andreas juga menyarankan bahwa penting untuk terus memantau informasi cuaca dengan seksama. Perbedaan informasi antara lembaga lokal dan internasional dapat menimbulkan kebingungan yang berpotensi merugikan sektor pertanian.
Pentingnya Infrastruktur Air dan Produksi Pertanian
Pembangunan infrastruktur air yang memadai menjadi salah satu langkah strategis yang tidak bisa diabaikan. Penyediaan pompa air dan pembuatan sumur dalam di daerah terpencil adalah langkah konkret untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian.
Andreas menekankan bahwa investasi dalam infrastruktur pertanian harus menjadi bagian integral dari persiapan menghadapi El Nino. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, kemampuan petani untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem akan sangat terbatas.
Dengan perhatian yang cukup dalam hal kekuatan produksi, pemerintah dapat mencegah dampak negatif yang lebih parah. Ini juga berarti memperkuat kapasitas produksi melalui peningkatan teknologi dan penelitian terkait pertanian.













