Pemulihan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah bencana menjadi isu penting bagi masyarakat terdampak. Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah cepat dalam mendistribusikan BBM ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan menggunakan skema distribusi darurat yang unik.
Dalam menghadapi tantangan ini, Pertamina tidak hanya mengandalkan jalur darat. Mereka juga memanfaatkan pesawat Air Tractor untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses karena bencana.
Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, menjelaskan bahwa proses distribusi dilakukan secara bertahap. Tim di lapangan terus menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada.
Menurut Fahrougi, pengiriman BBM ke Bener Meriah menggunakan jalur udara dioptimalkan setiap hari sesuai dengan kondisi cuaca. Ini merupakan langkah strategis yang diambil sejak 13 Desember 2025 untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga.
Seiring waktu, pasokan BBM juga mulai menjangkau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat setelah akses distribusi pulih. Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa krisis ini.
Upaya Distribusi BBM Menggunakan Pesawat dan Jalur Darat
Langkah Pertamina untuk menggunakan pesawat Air Tractor menunjukkan inovasi dalam menghadapi tantangan distribusi. Sebelumnya, area yang terkena dampak memiliki akses yang sangat terbatas, sehingga solusi udara menjadi pilihan terbaik.
Distribusi melalui jalur udara memungkinkan BBM sampai ke tujuan dengan cepat. Ini sangat penting untuk mendukung operasional penanganan bencana yang membutuhkan pasokan energi secara kontinu.
Pada tanggal 16 dan 18 Desember, Pertamina berhasil menyalurkan BBM ke beberapa SPBU di Kabupaten Bener Meriah. Ini adalah tanda pemulihan yang signifikan dalam akses distribusi energi di daerah terdampak.
Hal ini juga menunjukkan koordinasi yang baik antara Pertamina dan instansi terkait. Mereka berkolaborasi untuk memastikan semua kebutuhan mendesak dapat terpenuhi dengan baik.
Dengan cepatnya penyaluran pasokan, diharapkan masyarakat dapat kembali pulih dan berjalan normal setelah bencana ini. Pemulihan pasokan BBM adalah langkah awal yang krusial dalam proses tersebut.
Jumlah Total BBM yang Telah Disalurkan ke Daerah Terdampak
Hingga saat ini, total 29.500 liter BBM telah berhasil disalurkan ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah. Rinciannya mencakup 11.500 liter Biosolar dan 18.000 liter Pertalite.
Distribusi ini tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung operasional alat berat yang digunakan dalam penanganan darurat. Sejumlah pasokan juga dialokasikan untuk kolaborasi dengan pihak BNPB dan TNI.
Di antara total distribusi, sekitar 16.000 liter dialokasikan khusus untuk penanganan bencana. Ini menunjukkan perhatian serius Pertamina terhadap kondisi masyarakat terdampak.
Dengan menyalurkan 10.000 liter Pertalite dan 3.500 liter Solar, Pertamina melakukan penyaluran perdana ke beberapa SPBU. Ini merupakan langkah baik untuk memastikan ketersediaan energi di daerah yang terpukul bencana.
Masyarakat berharap bantuan ini akan berlanjut hingga situasi benar-benar membaik. Dengan pemulihan yang tepat, mereka dapat menjalani kehidupan normal kembali.
Harapan untuk Masyarakat Terdampak Pasca-Bencana
Dalam kondisi pasca-bencana, harapan masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya seperti BBM. Ketika pasokan stabil, mereka dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.
Komitmen Pertamina untuk mendistribusikan BBM dengan cepat adalah langkah yang cukup signifikan. Ini bukan hanya sekadar soal energi, tetapi juga soal keberlangsungan hidup masyarakat yang terpengaruh bencana.
Setiap liter BBM yang disalurkan mencerminkan upaya bersama untuk memulihkan keadaan. Keterlibatan berbagai pihak menambah keyakinan bahwa situasi akan semakin membaik.
Oleh karena itu, koordinasi antara berbagai instansi diperlukan untuk mengoptimalkan distribusi dan penanganan bencana. Masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mendukung proses pemulihan.
Sekarang yang terpenting adalah menjaga semangat masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan semua bisa bangkit pasca-bencana dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.













