Banjir yang melanda Pekalongan baru-baru ini telah menyebabkan dampak signifikan pada operasional kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan nilai pengembalian dana tiket dari gangguan operasional ini telah mencapai Rp 3,5 miliar, yang menggambarkan seriusnya dampak bencana tersebut.
Pihak KAI sedang melakukan penghitungan kerugian keseluruhan yang lebih mendetail, mengingat situasi masih terus berkembang. “Ini baru mencakup pengembalian tiket kepada pelanggan yang dibatalkan selama periode tertentu,” kata salah seorang eksekutif KAI, menekankan komitmen perusahaan untuk memberi pelayanan optimal.
Selama rentang waktu empat hari dari 15 hingga 18 Januari, penghitungan menunjukkan angka tersebut. Namun, akan ada biaya tambahan terkait pemulihan yang juga sedang diperhitungkan lebih lanjut, memastikan pelanggan mendapatkan layanan yang sebaik-baiknya.
Dampak Banjir Terhadap Perjalanan Kereta Api di Pekalongan
Banjir yang terjadi di Pekalongan menyebabkan pembatalan sebanyak 82 perjalanan kereta api penumpang. Situasi ini disebabkan oleh memang tanggul yang jebol dan kondisi air pasang yang semakin memperburuk keadaan, sehingga KAI terpaksa melakukan langkah-langkah drastis untuk menjaga keselamatan penumpang.
Direktur Utama KAI mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu penyebab utama terjadinya bencana ini. Keterlambatan dan pembatalan bukan hanya mempengaruhi penumpang, tetapi juga operasional kereta barang yang juga terdampak.
Akibat banjir, sekitar 76 kereta mengalami keterlambatan yang signifikan. Hal ini mengganggu jadwal perjalanan kereta dan menyebabkan banyak penumpang yang kecewa dengan situasi yang tidak terduga ini.
Proses Pengembalian Dana dan Pelayanan Pelanggan
KAI telah menetapkan prosedur pengembalian tiket yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mereka berkomitmen untuk cepat merespons situasi dan memastikan bahwa pelanggan yang terkena dampak mendapatkan hak mereka.
Jadwal pengembalian dana dilakukan secara bertahap, seiring dengan pemulihan operasional perjalanan kereta api. Pengembalian ini diharapkan dapat berlanjut hingga semua penumpang yang terpengaruh mendapatkan kompensasi yang seharusnya.
Pihak KAI juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi dan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan layanan. Mereka mengedepankan kemanusiaan dan tanggung jawab dalam situasi darurat seperti ini, agar pelanggan merasa aman dan terlayani dengan baik.
Langkah-Langkah Ke Depan dalam Menghadapi Gangguan Operasional
KAI menyiapkan langkah-langkah untuk memitigasi dampak serupa di masa mendatang, salah satunya dengan memperkuat infrastruktur yang terdampak. Adaptasi terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem harus menjadi perhatian serius untuk menjamin keberlanjutan layanan kereta api.
Pemantauan berkala terhadap kondisi cuaca dan tanggul juga akan diperketat. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko yang ada dan menjaga keandalan perjalanan kereta di masa depan.
Para penumpang pun didorong untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terbaru dari KAI mengenai jadwal perjalanan dan pengembalian tiket. KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada semua pelanggan agar tidak ada kebingungan.













