Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan bahwa ia pingsan saat melepaskan jenazah tiga pegawai KKP yang menjadi korban kecelakaan pesawat. Kejadian ini berlangsung akibat kelelahan yang dialaminya di tengah situasi duka yang menyelimuti kementeriannya.
Melalui unggahan di media sosial, beliau menjelaskan bahwa lelah fisik dan mental memang tak terhindarkan karena menanggung beban emosional dari kehilangan anggota timnya yang terlibat dalam tragedi pesawat.
Kecelakaan tersebut mengguncang keluarga besar KKP, dan meski sedang melakukan tugas resmi mendampingi Presiden, beliau merasa harus tetap bersama rekan-rekannya dalam menghadapi momen sulit ini. Dengan penuh tanggung jawab, beliau berperan sebagai inspektur upacara untuk memberikan penghormatan terakhir.
Respons Menteri KKP terhadap Musibah yang Menimpa Anggota Tim
Menteri KKP menegaskan pentingnya solidaritas dalam menghadapi musibah yang menimpa organisasi. Meskipun berada di luar negeri, beliau merasa memiliki kewajiban untuk menunjukkan dukungan kepada keluarga korban dan seluruh pegawai KKP.
Beliau juga mengapresiasi perhatian dari berbagai pihak, termasuk Presiden yang menghubunginya untuk menanyakan kondisinya setelah insiden tersebut. Dukungan ini menunjukkan komitmen kolektif dalam membawa kementerian tetap berdiri meski dalam keadaan sulit.
Selama momen yang penuh emosi ini, peran pemimpin sangat krusial untuk menenangkan dan memotivasi tim. Pelayanan dan dedikasi terhadap rekan-rekannya menjadi fokus utama, yang menjadi refleksi dari integritas kepemimpinan.
Rincian Kecelakaan Pesawat yang Mengguncang Publik
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi pada Sabtu, 17 Januari, mengundang perhatian publik secara luas. Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar dan ditemukan jatuh di kawasan pegunungan.
Pihak SAR berhasil menemukan semua korban dalam operasi pencarian yang berlangsung beberapa hari. Kejadian ini bukan hanya mengakibatkan hilangnya nyawa tetapi juga menciptakan kesedihan mendalam bagi anggota keluarga dan rekan kerja.
Korban terdiri dari lima orang, termasuk pegawai KKP, yang masing-masing memiliki peran penting dalam tim. Kehilangan ini menciptakan kekosongan yang dirasakan oleh banyak orang di dalam kementerian dan di luar.
Pentingnya Dukungan Psikologis dalam Menghadapi Duka
Dalam situasi seperti ini, dukungan psikologis menjadi sangat penting bagi semua anggota tim KKP. Menghadapi kehilangan rekan kerja yang tiba-tiba dapat memberikan dampak emosional yang besar, sehingga perlu adanya pendekatan untuk membantu mereka mengatasi duka.
Kegiatan konseling dan dukungan moral mesti segera disiapkan guna memperkuat mental semua pegawai KKP. Hal ini juga menunjukkan bahwa kementerian hadir untuk mendampingi anggotanya meskipun dalam kondisi yang sulit.
Melalui berbagai program, diharapkan pegawai dapat beradaptasi dengan kehilangan dan tetap memfokuskan diri pada tugas-tugas mereka ke depan. Soliditas tim sangat diperlukan untuk melanjutkan misi kementerian dengan semangat baru.













