Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat ini tengah melaksanakan pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Pembongkaran ini dilakukan demi meningkatkan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut dan ditargetkan berlangsung selama delapan bulan tanpa penutupan jalan yang signifikan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan bahwa pembongkaran tiang monorel akan dilakukan secara bertahap pada malam hari, sehingga tidak mengganggu aktivitas lalu lintas di siang hari. Setiap malam, satu tiang akan dibongkar dan dipindahkan dari lokasi.
Strategi ini diharapkan akan menawarkan solusi bagi kemacetan di sekitar area tersebut. Dengan pengurangan tiang yang tidak terpakai, diperkirakan akan ada peningkatan performa lalu lintas hingga 18 persen.
Pembongkaran yang Terkoordinasi untuk Menghindari Gangguan
Dalam rangka pelaksanaan pembongkaran, Dishub DKI Jakarta telah merencanakan rekayasa lalu lintas yang akan meminimalisir gangguan bagi pengendara. Akan ada penutupan lajur lambat secara bertahap, yang memungkinkan kendaraan dari lajur cepat untuk beralih dengan lebih mudah.
Syafrin menjelaskan bahwa penutupan dilakukan dengan sistem staging, artinya setiap lajur akan ditutup secara terencana untuk memudahkan mobilitas. Ini bertujuan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tersebut yang kerap mengalami kemacetan.
Asesmen awal menunjukkan bahwa menghilangkan median pemisah dan menambah satu lajur dapat memperbaiki keadaan jalan di daerah Rasuna Said. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam sibuk.
Anggaran dan Perencanaan untuk Pembongkaran Tiang Monorel
Terdapat total 109 tiang monorel yang akan dibongkar, dengan anggaran sekitar Rp254 juta yang dialokasikan hanya untuk pembongkaran. Sementara itu, untuk keseluruhan proyek penataan, Pemprov DKI Jakarta menyediakan anggaran total mencapai Rp102 miliar.
Pembongkaran tiang monorel ini adalah bagian dari rencana besar untuk perbaikan infrastruktur di Jakarta. Penataan jalan, peningkatan kualitas pedestrian, serta penambahan ruang terbuka hijau juga menjadi fokus dari proyek tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan bahwa pembongkaran dan penataan Jalan Rasuna Said dapat dilakukan dalam waktu delapan bulan. Ia juga menegaskan bahwa semua masalah hukum yang berkaitan dengan proyek monorel itu telah diselesaikan sehingga tidak ada penghalang untuk melanjutkan pembongkaran.
Keterlibatan PT Adhi Karya dan Proses Pembongkaran
Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah proaktif dengan mengirim surat kepada PT Adhi Karya sejak bulan November untuk melakukan pembongkaran tiang. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pihak kontraktor tersebut untuk melakukan pembongkaran.
Pramono menyatakan bahwa komunikasi dengan PT Adhi Karya tetap berlangsung. Berkenaan dengan material yang dihasilkan dari pembongkaran, Pemprov berencana untuk menyerahkan besi-besi hasil pembongkaran kepada PT Adhi Karya agar dapat dimanfaatkan kembali.
Semua rencana ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan infrastruktur transportasi dan mengurangi kemacetan yang sering terjadi di ibu kota. Ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan kota yang lebih baik bagi warganya.















