Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengungkapkan alasan di balik komitmen partainya untuk terus mendukung Prabowo Subianto selama lebih dari satu dekade. Dalam pernyataannya, ia tidak menampik bahwa keputusan tersebut membawa sejumlah tantangan, termasuk risiko kekalahan dalam berbagai pemilihan umum.
Penjelasan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Wilayah I dan Pelantikan Pengurus DPW PAN se-Jawa Timur. Zulkifli Hasan, akrab disapa Zulhas, menggambarkan perjalanan dukungan PAN kepada Prabowo sebagai hal yang tidak mudah, namun memiliki makna yang dalam.
Menjadi dukungan selama tiga pemilihan presiden berturut-turut, Zulhas mengatakan bahwa banyak kadernya yang harus menghadapi konsekuensi hukum yang serius akibat keputusan ini. Kendati demikian, ia menegaskan komitmen yang ditunjukkan partainya membawa pelajaran berharga bagi semua anggotanya.
Komitmen PAN terhadap Prabowo dan Konsekuensi yang Dihadapi
Zulkifli Hasan dengan tegas menyadari dampak dari dukungan PAN kepada Prabowo dalam dua pemilihan presiden sebelumnya. Banyak kepala daerah dari partinya yang terpaksa menghadapi masalah hukum dan terpaksa berpindah partai demi kelangsungan karir politik mereka.
Di hadapan para pengurus dan kader PAN, Zulhas mengungkap, “Kenapa PAN tiga kali dukung Pak Prabowo? Kalah. Bupati-bupati kami, gubernur kami masuk penjara.” Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa meski posisi partai menurun, pandangan politik partainya tetap konsisten.
Kekalahan di Pilpres 2014 dan 2019 tidak membuat PAN goyah. “Kami tidak ingin menjadi partai yang mudah berganti arah hanya demi mengejar kursi,” ujar Zulhas dengan tegas. Ia yakin dukungan yang diberikan menjelang Pilpres 2024 ini akan membawa hasil yang berbeda.
Kepercayaan Masyarakat sebagai Modal Utama PAN
Bagi Zulkifli Hasan, kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi partainya. Dengan konsistensi dalam dukungan dan langkah-langkah politik yang tegas, ia percaya bahwa PAN dapat mempertahankan martabat di mata rakyat.
“Partai Amanat Nasional adalah kepercayaan dan loyalitas. Kami tidak bisa berbohong. Kita sebagai partai harus konsisten,” ungkapnya. Dalam pandangannya, ucapan dan tindakan harus selaras agar partai tidak kehilangan akal sehat politik di mata publik.
Pasalnya, kehadiran partai politik juga ditentukan oleh bagaimana mereka menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. “Kesetiaan kami kepada rakyat merepresentasikan identitas kami sebagai partai,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Membangun Visi Bersama dengan Prabowo Subianto
Selain loyalitas, Zulkifli Hasan mengemukakan bahwa terdapat visi yang sejalan antara PAN dan Prabowo. Sejak awal, keduanya memiliki komitmen untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.
“Kami tiga kali bersama Pak Prabowo karena memiliki kesamaan cita-cita,” ujar Zulhas. Ia menyatakan bahwa selama berkolaborasi, berbagai strategi dan kebijakan bisa diterapkan dengan lebih baik.
Salah satu pelajaran berharga yang ditekankan Prabowo kepada Zulhas adalah pentingnya pemimpin yang handal. Menurutnya, pemimpin terbaik adalah yang mampu memilih sumber daya manusia yang berkualitas.








