Powerbank telah menjadi salah satu aksesori penting bagi para pengguna smartphone, terutama dalam dunia yang serba cepat seperti saat ini. Salah satu produk yang baru-baru ini diluncurkan adalah Nexode Pro berkapasitas 10.000mAh dengan dukungan fast charging hingga 55W. Produk ini hadir dengan berbagai fitur menarik dan menjadi pilihan menarik di pasar aksesori di Indonesia.
Nexode Pro merupakan solusi bagi pengguna yang sering terjebak dalam situasi kehabisan baterai. Dengan bobot di bawah 220 gram dan desain portabel, perangkat ini dirancang siap menemani aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jauh.
Pengalaman menggunakan powerbank ini memberikan wawasan menarik tentang kinerjanya dalam berbagai kondisi. Dalam kesempatan ujicoba, saya berkesempatan menggunakan perangkat ini saat perjalanan dinas ke luar negeri serta situasi mendesak saat mencari sumber listrik.
Desain dan Material yang Menarik
UGreen Nexode Pro tampak modern dengan bodi metalik abu-abu yang memberikan kesan elegan. Layar kecil di sisi perangkat menampilkan informasi penting, seperti status pengisian dan daya keluar, yang aktif saat tombol di sisi kiri ditekan.
Namun, keterbacaan layar menjadi tantangan tersendiri, terutama di luar ruangan karena pantulan cahaya. Selain itu, informasi yang ditampilkan tidak mencakup statistik per perangkat jika lebih dari satu perangkat diisi sekaligus.
Untuk konektivitas, Nexode Pro menyediakan tiga port pengisian: USB-C, USB-A, dan kabel non-extendable sepanjang 22 cm. Panjang kabel ini bisa menjadi kendala, terutama saat pengguna ingin memegang ponsel sementara powerbank diletakkan di meja.
Kinerja Segala Fitur Pengisian UGreen
Pada spesifikasi, port USB-C dan kabel bawaan mendukung pengisian hingga 55W untuk perangkat yang mendukung. Sementara itu, port USB-A memiliki kapasitas maksimal 33W, menunjukkan kekuatan dan fleksibilitas dalam pengisian daya berbagai perangkat.
Pengisian daya ke Nexode Pro dibatasi pada angka 35W, dan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mengisi penuh. Ini menunjukkan efisiensi dalam pengisian, meskipun ada beberapa perhatian yang harus diambil terkait waktu pengisian.
Selama pengujian, saya mencoba mengisi iPhone 17 Pro Max yang berada di posisi 30 persen. Dalam waktu 25 menit, daya ponsel meningkat menjadi 65 persen, sementara daya di powerbank berkurang dari 55 persen menjadi 37 persen, memberikan indikasi kinerja pengisian yang baik.
Kecepatan pengisian tidak selalu stabil selama proses berlangsung. Penurunan kecepatan ini mungkin disebabkan oleh manajemen suhu otomatis, yang memberikan perlindungan bagi perangkat dan baterai.
Kelebihan dan Kelemahan Nexode Pro
Keberadaan Nexode Pro memberikan beberapa keunggulan seperti desain yang kompak dan kapasitas pengisian cepat. Ini membuatnya sangat cocok untuk pengguna yang membutuhkan solusi cepat untuk mengatasi masalah baterai.
Namun, ada beberapa kelemahan yang perlu dicatat, seperti masalah keterbacaan layar dan lenght kabel standar yang mungkin menganggu pengalaman pengguna. Selain itu, kinerja pengisian yang tidak selalu konsisten juga menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli.
Secara keseluruhan, Nexode Pro adalah pilihan yang layak untuk pengguna yang sering membutuhkan daya tambahan dalam keadaan darurat, meskipun ada beberapa area yang bisa diperbaiki untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Dalam eranya, di mana konektivitas dan mobilitas menjadi hal yang cenderung dijadikan prioritas, memiliki perangkat yang mampu memenuhi tuntutan ini adalah suatu keharusan. UGreen Nexode Pro memang menawarkan paket menarik bagi siapapun yang mencari powerbank tanpa mengorbankan performa.









