Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, baru-baru ini menekankan bahwa keberlanjutan dalam kepemimpinan menjadi salah satu elemen krusial dalam mencapai kesuksesan pembangunan. Dalam rangka menghadapi tantangan global, sikap egois baik secara personal maupun sektoral perlu ditinggalkan demi kemajuan bangsa yang lebih besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Bima dalam sambutan resmi pada acara Welcome Dinner Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Jakarta. Mengingat pentingnya transisi kepemimpinan yang mulus, Bima menekankan perlunya menjaga kesinambungan dari program-program yang sudah ada.
Bima menggarisbawahi pentingnya pelajaran dari pengalaman kepemimpinan di negara-negara lain, seperti Singapura dan Tiongkok, yang telah berhasil menjalankan konsep keberlanjutan dalam kebijakan publik mereka. Hal ini mencerminkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian individu, tetapi juga oleh kesinambungan dari program-program yang ada.
Pentingnya Keberlanjutan dalam Kepemimpinan
Bima menjelaskan bahwa banyak kepala daerah sering kali lebih fokus pada program mereka sendiri dan mengabaikan pencapaian pemimpin sebelumnya. Meskipun perubahan kepemimpinan adalah hal yang wajar, independensi dari ego sektoral harus diutamakan untuk mencapai kemajuan bersama.
Contoh yang diambil dari transisi kepemimpinan di Singapura menunjukkan bahwa pencapaian yang ada tidak terputus dengan adanya pergantian pemimpin. Sebaliknya, transisi ini justru memperkuat ideologi dan target pembangunan yang telah ditetapkan.
Dalam konteks ini, Bima berharap bahwa setiap pemimpin daerah dapat menjadi sumber inspirasi, serta mampu menghadirkan ruang untuk berpikir bagi orang lain. Menurutnya, seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang tidak hanya mengejar pengakuan, tetapi juga berkontribusi untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan.
Mencontoh Keberhasilan Negara Lain
Bima menyebutkan bahwa kunci keberhasilan sejumlah negara sangat dipengaruhi oleh prinsip keberlanjutan. Singapura dan Tiongkok, misalnya, telah membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan menjadi landasan penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Pendekatan ini menuntut adanya sinergi antara berbagai elemen negara dan masyarakat. Tanpa kolaborasi yang solid, arahan pembangunan akan menjadi tidak fokus dan program yang ada bisa terhambat oleh ego pribadi.
Melalui pelatihan di Lemhannas, peserta KPPD diharapkan dapat mengambil hikmah dari pendekatan berbeda dalamngelola kepemimpinan yang telah berhasil diimplementasikan negara lain. Pembelajaran dari pemimpin-pemimpin internasional ini diharapkan dapat memberi pencerahan bagi kepemimpinan di Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan Kepemimpinan Daerah
Bima juga menekankan pentingnya kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Dalam era yang serba cepat ini, pemimpin yang efektif harus mampu belajar dan berinovasi agar dapat mengimprovisasi strategi pembangunan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dia berharap agar proses pembelajaran yang dijalani oleh peserta kursus dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas kepemimpinan mereka di daerah masing-masing. Setiap pemimpin diharapkan tidak hanya membawa visi mereka sendiri, tetapi juga menghargai warisan dan program yang telah ada.
Dalam konteks ini, pendidikan menjadi salah satu alat untuk menciptakan pemimpin yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki wawasan global dan kemampuan empati yang tinggi. Melalui pendidikan yang baik, keamanan dan keberlanjutan pembangunan di daerah akan lebih terjamin.









