Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menetapkan ambisi besar dalam meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral. Dengan target ambisius mencapai lebih dari 100% dari proyeksi pada akhir 2026, upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Purbaya menekankan pentingnya mendorong Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengambil langkah konkret dalam meningkatkan pendapatan dari sektor tersebut. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan negara dan mewujudkan tujuan pembangunan yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan, “Harusnya lebih, kita dorong-dorong Pak Bahlil bisa lebih dari 100%,” mencerminkan harapan tinggi terhadap realisasi pendapatan negara hingga akhir tahun ini.
Pencapaian PNBP Sektor ESDM Hingga Juli 2026
Hingga Juli 2026, realisasi PNBP dari sektor energi dan sumber daya mineral sudah mencapai Rp96,26 triliun, atau sekitar 70,69% dari target yang ditetapkan sebesar Rp136,18 triliun. Capaian ini menunjukkan bahwa pemerintah tengah berupaya keras untuk mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor ESDM.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyatakan bahwa pencapaian tersebut adalah hasil dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara. Dia mengingatkan bahwa peningkatan tersebut harus tetap berpegang pada prinsip akuntabilitas dan transparansi.
“Peningkatan penerimaan harus tetap dilaksanakan secara akuntabel, transparan, serta memperhatikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam,” ungkap Bahlil dalam keterangan persnya pekan lalu.
Pentingnya Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pengelolaan Keuangan
Bahlil menyoroti bahwa penguatan penerimaan negara tidak semata-mata bertujuan pada angka, melainkan juga pada kualitas pengelolaan keuangan negara. Kinerja yang baik dalam hal ini terlihat dari adanya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
“Capaian ini menunjukkan konsistensi Kementerian ESDM dalam menjaga kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban terhadap keuangan negara,” jelas Bahlil kembali. Dia menekankan pentingnya menjaga transparansi dalam setiap langkah pengelolaan pendapatan dari sektor ESDM.
Selain itu, dia menegaskan bahwa akuntabilitas juga menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan. Hal ini disebabkan adanya tantangan yang harus dihadapi dalam pengelolaan sumber daya alam negara.
Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Pendapatan Negara
Pemerintah memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaku usaha di sektor ESDM. Langkah-langkah strategis untuk memperbaiki regulasi dan memberikan insentif yang tepat sangat diperlukan guna menarik investasi lebih banyak ke sektor ini.
Bahlil menyatakan bahwa peningkatan kinerja dalam sektor ESDM akan berkontribusi besar terhadap pendapatan negara. Selain fokus pada peningkatan penerimaan, pemerintah juga harus memastikan bahwa praktik pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan.
Implementasi sistem pengawasan yang ketat perlu diterapkan agar seluruh penerimaan dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan keberlanjutan dan kualitas pengelolaan sumber daya alam. Upaya ini diharapkan dapat menjaga integritas sektor ESDM sebagai penopang keuangan negara.









