Dua orang penumpang kapal KM Nurul Salsa yang sempat hilang dilaporkan ditemukan selamat oleh kru kapal nelayan di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menjadi kabar gembira setelah upaya pencarian yang intens dilakukan selama beberapa hari.
Dengan penemuan ini, total jumlah penumpang yang selamat dari kapal tersebut kini menjadi 59 orang. Keberhasilan tim SAR dalam menemukan dua penumpang yang bernama Nurmiati (46) dan Jasmal (24) menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang dilakukan oleh berbagai unsur dalam operasi SAR.
Tim SAR Gabungan berkomitmen untuk terus mencari korban yang belum ditemukan. Sejak kejadian kapal tenggelam, mereka bekerja tanpa lelah untuk memastikan semua korban dapat segera dievakuasi dan diberikan pertolongan yang dibutuhkan.
Proses Pencarian Korban yang Menarik Perhatian
Operasi pencarian korban memasuki hari kelima dengan fokus pada area yang luas, seluas 1.305 nautical mile persegi. Tim SAR membagi area pencarian menjadi empat sektor untuk memaksimalkan efektivitas operasi.
Kapal-kapal seperti KN SAR Puntadewa dan KRI Marlin terlibat langsung dalam upaya penyelamatan ini. Peran aktif dari kapal nelayan juga sangat berarti, membantu dalam pencarian di kawasan perairan yang ditentukan.
Pelaksanaan operasi pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan syahbandar. Keseluruhan kerja sama ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menjaga keselamatan semua yang terlibat di lapangan.
Detail Penemuan yang Memberi Harapan
Setelah menemukan dua korban, tim SAR mendapatkan informasi dari Kapolres Kepulauan Selayar bahwa mereka adalah penumpang dari KM Nurul Salsa. Kapal ini mengalami kecelakaan dramatis pada Rabu, 15 Juli, di perairan Selayar.
Kedua korban ditemukan di atas sebuah gabus, memakai jaket pelampung ketika dievakuasi oleh kapal nelayan KM Bari Baria 05. Mereka sudah mengalami bertahan hidup di lautan dalam waktu yang cukup lama, yang menunjukkan ketahanan dan keberanian mereka.
Nurmiati dan Jasmal, keduanya berasal dari Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, menceritakan bahwa ada tiga orang lainnya yang bersama mereka di atas gabus. Sayangnya, mereka terpaksa melepaskan jenazah tiga rekan mereka ke laut karena kondisi yang semakin memburuk.
Upaya Medis dan Penanganan Lanjutan untuk Korban
Setelah dievakuasi, kedua korban langsung mendapatkan perawatan medis dasar dari tim kesehatan kapal KRI Marlin 877. Penanganan ini sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan mereka setelah mengalami masa sulit di tengah laut.
Komandan KRI Marlin, Letkol Laut Rahmad Kurniawan, menyatakan bahwa operasi pencarian akan terus berlangsung hingga semua korban ditemukan. Penjagaan kesehatan untuk Nurmiati dan Jasmal dilakukan secara intensif agar mereka segera pulih dan dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
Kedua korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pulau Jampea untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Upaya ini merupakan bagian dari tahapan penanganan yang terintegrasi demi keselamatan semua korban dan mengurangi risiko lebih lanjut.









