Proyek terbaru dari PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk adalah Tanrise Bandung, yang akan menjadi kawasan terpadu di Jawa Barat. Dengan luas 26 hektare berada di koridor Jalan Soekarno-Hatta, proyek ini diperkirakan memiliki nilai lahan mencapai Rp1,25 triliun.
Konsep pengembangan yang diusung adalah Integrated City Development, yang mencakup area komersial dan hunian berbasis komunitas. Proyek ini direncanakan dimulai pada semester II 2026 dengan penjualan produk residensial dan area komersial sebagai fase awal.
Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio perusahaan untuk mengejar pertumbuhan kinerja yang signifikan pada tahun 2026 dan 2027.
Tanrise Bandung: Mengembangkan Kawasan Terpadu Yang Seluas 26 Hektare
Tanrise Bandung berlokasi strategis di Jalan Soekarno-Hatta, yang merupakan jalur utama untuk akses menuju berbagai area penting di kota. Keberadaan lahan seluas 26 hektare sangat mendukung pengembangan fungsi multifungsi dalam satu kawasan.
Estimasi nilai aset lahan proyek diperkirakan mencapai Rp1,25 triliun. Nilai ini mencerminkan potensi yang besar, belum termasuk nilai pengembangan di masa depan setelah rencana pembangunan direalisasikan.
Rencana pengembangan mencakup berbagai elemen seperti hunian, area komersial, dan kemungkinan pengembangan superblok. Hal ini menunjukkan visi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan berfungsi ganda.
Dalam tahap perancangan, direktur Tanrise menyatakan bahwa luas lahan memberikan banyak fleksibilitas bagi inti pengembangan yang bertahap dan terintegrasi. Dengan menciptakan kawasan berbasis komunitas, Tanrise Bandung diharapkan dapat menarik perhatian konsumen yang mencari hunian sekaligus lokasi usaha.
Dengan mengusung pendekatan ini, Tanrise Bandung bertujuan menjadi lebih dari sekedar kompleks hunian, namun sebagai pusat kehidupan yang dinamis dan terhubung dengan baik.
Langkah Awal dalam Strategi Pengembangan Tanrise Bandung
Dimulai pada semester II 2026, RISE memfokuskan penjualan tahap awal pada unit residensial dan area komersial. Kedua segmen tersebut akan menjadi fondasi dari pengembangan kawasan secara keseluruhan.
Perusahaan berharap penjualan produk-produk ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasaran dan penjualan. Walaupun demikian, rincian mengenai target penjualan dan jumlah unit yang akan dipasarkan masih menjadi informasi yang dinamis.
Informasi penting ini perlu diperhatikan oleh calon pembeli dan investor properti. Penilaian kesesuaian produk dengan kebutuhan hunian serta rencana usaha menjadi aspek yang harus diteliti dengan matang.
RISE percaya bahwa perkembangan Tanrise Bandung bisa memperkuat struktur modal dan fundamental aset perusahaan ke depan. Hal ini menjadi indikator penting dalam keuangan perusahaan yang berorientasi ke depan.
Peluang dan Tantangan Dalam Portofolio Properti RISE
Tanrise Bandung adalah bagian strategis dari upaya RISE untuk memperluas portofolio berdasarkan segmen dan kawasan yang beragam. Diversifikasi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau berbagai jenis aset, yang meliputi hunian, kawasan komersial, dan properti industri.
Saat ini, RISE memiliki berbagai lini usaha yang aktif, mencakup Integrated City Development, Community Living, serta kawasan bisnis dan industri. Dengan rencana pengembangan yang beragam, RISE berusaha menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholder.
Berkantor pusat di Sidoarjo, Jawa Timur, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan terus memantapkan posisinya di pasar. Proyek sebelumnya mencakup beragam jenis properti, mulai dari apartemen hingga kawasan industri.
Selain Tanrise Bandung, RISE juga membidik sejumlah proyek mendatang yang menunjukkan komitmen mereka dalam pengembangan yang berkelanjutan. Rencana ini mencakup berbagai lokasi dan jenis properti yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.
Potensi Pengembangan Jangka Panjang dengan Nilai Lahan Rp1,25 Triliun
Nilai lahan Rp1,25 triliun menjadi pendorong utama bagi ekspansi proyek di Bandung. Namun, penting untuk membedakan nilai tersebut dari Gross Development Value (GDV), yang merupakan estimasi nilai total proyek setelah semua pembangunan selesai.
Dalam rencana yang diajukan, GDV Tanrise Bandung belum dikhususkan, menjadikannya sebagai aspek yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Nilai ekonomi dari proyek ini akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk tahapan pembangunan dan penyerapan pasar.
Dengan rancangan yang multifungsi, Tanrise Bandung berpotensi menjadi proyek penting bagi RISE di tingkat regional. Perkembangan lebih lanjut akan terlihat seiring dengan peluncuran produk dan realisasi penjualan yang terencana.
Dalam rangka mencapai kesuksesan, setiap tahap pembangunan dan pelaksanaan harus dijalankan dengan hati-hati dan strategis. Komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan akan sangat menentukan masa depan Tanrise Bandung sebagai proyek unggulan di Jawa Barat.









