Jakarta – Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan pentingnya penanganan laporan masyarakat tanpa harus menunggu momen viral di media sosial. Dia menegaskan, setiap laporan yang masuk harus mendapatkan perhatian yang serius demi mewujudkan keadilan.
Suyudi menginginkan adanya perubahan mendasar dalam pola penanganan laporan dari masyarakat. Setiap pengaduan harus diverifikasi dan ditangani secara maksimal sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Logika yang harus diubah adalah bukan menunggu viral baru memberi perhatian. Namun, setiap laporan harus dilihat, diverifikasi, ditangani, diberi kabar perkembangan, dan diselesaikan sesuai hukum,” kata Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, baru-baru ini.
Dia menjelaskan bahwa kepastian dalam penanganan laporan menjadi salah satu keluhan yang sering disampaikan masyarakat. Terdapat sembilan isu utama yang harus dijawab oleh Polri untuk meningkatkan kepercayaan publik.
“Sembilan isu utama itu meliputi kepastian laporan, kesetaraan di hadapan hukum, isu pungutan liar (pungli) dan pelayanan transaksional, penyalahgunaan kewenangan, penggunaan kekuatan, fenomena no viral no justice, kepercayaan terhadapan pengaduan, transparansi perkara, dan kultur pelayanan,” terang Suyudi.
Perubahan Pola Penanganan Laporan Masyarakat yang Utama
Pentingnya perubahan dalam penanganan laporan mencerminkan kebutuhan akan transparansi di dalam institusi kepolisian. Dalam pandangannya, setiap laporan harus diproses dengan adil tanpa memandang viralitasnya.
Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kekecewaan publik terhadap penegakan hukum. Ketika setiap laporan ditangani dengan serius, masyarakat akan lebih percaya untuk melaporkan permasalahan yang mereka hadapi.
Selain itu, Suyudi juga menekankan pentingnya pemahaman akan prosedur yang jelas dalam setiap pengaduan. Dengan demikian, masyarakat akan merasa lebih nyaman dan berani untuk mengajukan laporan apabila yakin dengan prosesnya.
Dia menambahkan, langkah-langkah konkret harus segera diambil. Menghadirkan tim investigasi yang profesional dapat menjadi solusi untuk menangani setiap laporan yang masuk.
Dengan pendekatan yang lebih sistematis, Suyudi meyakini akan ada perbaikan dalam hubungan antara masyarakat dan institusi polisi. Kepercayaan yang tinggi akan tercipta apabila masyarakat melihat niat baik Polri dalam menanggapi setiap masalah.
Menyikapi Kegelisahan Masyarakat terhadap Penegakan Hukum
Masyarakat saat ini memiliki banyak harapan terkait penegakan hukum yang lebih baik. Kegelisahan akan kepastian hukum menjadi salah satu hal yang perlu dijawab oleh kepolisian.
Suyudi menyebutkan ada sembilan kegelisahan utama yang harus diatasi demi menciptakan kepuasan publik. Ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi institusi ini untuk melahirkan keadilan.
Di antaranya adalah pentingnya kesetaraan di hadapan hukum, di mana setiap individu harus diperlakukan dengan adil tanpa pandang bulu. Dengan mengedepankan prinsip kesetaraan, diharapkan masyarakat dapat merasakan keadilan yang sesungguhnya.
Masalah pungutan liar dan pelayanan transaksional juga menjadi perhatian serius. Suyudi bertekad untuk memberantas praktik-praktik tidak terpuji tersebut agar institusi kepolisian dapat berfungsi dengan baik.
Transparansi dalam setiap proses hukum juga diperlukan agar masyarakat dapat melihat dengan jelas langkah yang diambil Polri. Hal ini akan membuat masyarakat lebih percaya bahwa hukum berlaku secara adil dan merata.
Strategi Membangun Kepercayaan terhadap Institusi Polri
Untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri, Suyudi menyarankan perlunya pendekatan dengan transparansi. Masyarakat harus diajak untuk turut serta dalam proses pengawasan agar tercipta rasa aman dan nyaman.
Melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan juga akan membuat mereka merasa memiliki andil dalam proses tersebut. Ini bisa dilakukan melalui forum-forum dialog yang melibatkan perwakilan masyarakat.
Implementasi teknologi informasi juga tidak kalah penting. Dengan penggunaan aplikasi atau sistem informasi yang memungkinkan masyarakat untuk melihat perkembangan laporan mereka, akan mendorong tingkat kepercayaan publik.
Lebih jauh, penguatan kapasitas anggota kepolisian dalam menangani laporan juga harus diperhatikan. Pelatihan rutin dan peningkatan kemampuan profesional dapat mempengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada publik.
Suyudi berkomitmen untuk melakukan berbagai perubahan yang diperlukan agar Polri lebih responsif terhadap keluhan masyarakat. Keberhasilan dalam hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.









